Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
NGANJUK

Di Lingkungan Keluarga Dan Sekolah , Pelaku Pembacokan Dikenal Anak Pendiam Dan Tertutup, Benarkah Demikian ?, Ini Faktanya….

Mulyadi Memo
×

Di Lingkungan Keluarga Dan Sekolah , Pelaku Pembacokan Dikenal Anak Pendiam Dan Tertutup, Benarkah Demikian ?, Ini Faktanya….

Sebarkan artikel ini

NGANJUK, MEMO – Diluar dugaan. Dibalik karakter keseharianya (RGP, 17,) pelaku pembacokan yang dikenal pendiam dan jarang bergaul atau tergolong anak introvert ( tertutup) ternyata menyimpan sifat sadis.

Penilaian karakter lugu RGP tersebut tidak hanya berasal dari lingkungan keluarga atau tetangga dekat pelaku. Namun di lingkungan sekolah tempat dia menimba ilmu juga menilai sama.

Baca Juga: Hanya Hitungan Jam, Pelaku Pembacokan Sonobekel Berhasil Diringkus Tim Satresmob Macan Wilis Polres Nganjuk Di Mojokerto

” Tidak ada catatan kenakalan anak selama dua tahun dia menjadi anak didik di sekolah kami. Hanya sekali pihak badan konseling memanggil orang tuanya karena pelanggaran tidak mengikuti upacara bendera,” ucap kepala sekolah RGP yang enggan namanya disebut.

Diluar pelanggaran itu masih kata kepala sekolah saat dihubungi wartawan memo.co.id melalui nomor WhatsApp nya menegaskan real tidak ada. RGP dilingkungan sekolah menurut kepala sekolah dikenal lugu ora neko neko.

Baca Juga: Asmara Berdarah Di Malam Jumat Kliwon , Jembatan Widas Sonobekel Jadi Saksi Bisu.....

Diinformasikan juga, RGP mengambil jurusan mesin otomotif kelas Xl – 1 di sebuah lembaga sekolah swasta ( SMK) yang ada di wilayah Kecamatan Baron.

” Dia juga masuk kelas khusus binaan industri. Untuk kemampuan akademis dan ketrampilanya tergolong lumayan selalu aktif dan disiplin. Kalau terjadi peristiwa seperti ini sangat di luar prediksi. Awalnya tidak percaya,” ucapnya juga.

Baca Juga: Hari Pertama Pengurukan, Dump Truck Nggoling Di Lokasi Garapan Milik PT Sreya Sewu Indonesia,Ini Penyebabnya..

Karena kasus ini terjadi di luar jam belajar masih kata kepsek otomatis di luar jangkauan pengawasan sekolah.

” Karena yang dilakukan anak didik kami merupakan perbuatan melawan hukum, maka pihak sekolah tidak bisa intervensi apapun,” imbuhnya.

Hal senada juga dikatakan Is Gendon salah tetangga pelaku kepada memo.co.id mengaku heran dan hampir tidak percaya kalau RGP ditangkap polisi dengan kasus pembacokan.

” Sejak kecil sampai dia remaja seperti saat ini saya tahu persis karakternya. Karena saya tetangganya dekat. setahu saya dia cenderung pendiam dan jarang bergaul di lingkungan masyarakat,” ujar Is Gendon .

Untuk diinformasikan, sampai berita ini ditulis dari pihak Polres Nganjuk belum menjadwalkan agenda siaran pers untuk kasus penganiayaan yang pelakunya masih berstatus sebagai pelajar ini.

Termasuk sejauh ini dari tim medis RS Bhayangkara belum bisa dimintai klarifikasi hasil rekam medis korban pembacokan Dila Margareta Puspita Ningrum secara real. ( Adi )