Memo
Memo
KEDIRI RAYA

Mbak Wali Terima Studi Tiru NTT Pamerkan Kunci Sukses Kerajinan Tenun Tradisional Kota Kediri

A. Daroini
×

Mbak Wali Terima Studi Tiru NTT Pamerkan Kunci Sukses Kerajinan Tenun Tradisional Kota Kediri

Sebarkan artikel ini
Mbak Wali Terima Studi Tiru NTT Pamerkan Kunci Sukses Kerajinan Tenun Tradisional Kota Kediri

Kediri, Memo

Keindahan wastra nusantara dan geliat ekonomi kreatif di Kota Tahu kini semakin diakui secara nasional. Kemampuan pelaku usaha lokal dalam mempertahankan warisan budaya sekaligus mendongkrak kesejahteraan ekonomi berhasil memikat perhatian banyak daerah untuk datang dan belajar langsung ke pusat produksinya.

Baca Juga: Mbak Wali Ajak Warga Rawat Tradisi Lewat Pergelaran Festival Kuliner Budaya Kediri yang Meriah

Daya tarik ini terbukti dengan datangnya rombongan besar dari kawasan Indonesia Timur, tepatnya perwakilan otoritas konservasi alam serta dewan kerajinan daerah dari Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kedatangan mereka bertujuan untuk menggali ilmu mengenai manajemen tata kelola usaha mikro yang terbukti sukses di tingkat daerah.

Menyambut hangat kehadiran para tamu di Ruang Joyoboyo, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan rasa bangga yang luar biasa atas terpilihnya kota ini sebagai lokasi jujukan komparasi. Sosok pemimpin muda yang akrab disapa Mbak Wali ini mengulas bagaimana selembar kain bukan sekadar komoditas dagang biasa, melainkan lembaran sejarah yang merekam identitas kultural masyarakat setempat.

Baca Juga: Mbak Wali Minta Sektor Mikro Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan Kelurahan Kediri Guna Maju Bersama

Di hadapan para peserta, Mbak Wali memaparkan bahwa salah satu kunci bertahannya kerajinan tenun tradisional Kota Kediri di tengah gempuran tekstil modern bermesin adalah keteguhan para perajin. Hingga detik ini, mereka tetap setia menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Konsistensi ini memberikan nilai eksklusivitas yang tinggi, di mana setiap goresan motif memiliki sentuhan seni yang otentik.

Namun, mengandalkan idealisme saja tentu tidak cukup untuk memenangkan persaingan pasar global. Wali kota perempuan pertama di wilayah ini membeberkan pentingnya langkah inovasi berupa diversifikasi produk.

Baca Juga: Mbak Wali Serahkan Bantuan Armada Usaha Koperasi Kelurahan Kediri Demi Mudahkan Distribusi

Pemerintah daerah terus mendampingi para pelaku usaha agar terampil mengolah kain lembaran menjadi aneka produk turunannya yang fungsional dan bernilai jual tinggi. Mulai dari tas etnik, dompet, perlengkapan fesyen harian, hingga berbagai pernak-pernik aksesori modern yang diminati oleh kalangan generasi muda.

Guna memperluas gaung industri kreatif ini, pemerintah daerah juga mengintegrasikannya ke dalam program pariwisata bertajuk Kediri City Tourism (D’CITO). Lewat skema ini, sentra-sentra produksi kerajinan disulap menjadi destinasi wisata edukasi budaya yang mampu menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Mbak Wali juga memberikan wejangan berharga kepada para pegiat UMKM dari NTT agar tidak ragu mengeksplorasi ciri khas wilayah mereka sendiri. Menurutnya, setiap daerah memiliki kekayaan cerita dan filosofi lokal yang jika dituangkan ke dalam selembar kain, akan menjadi modal promosi budaya yang sangat ampuh.