Beban Berat di Pundak Nahkoda Bea Cukai Baru
Peringatan Yunus Husein ini sangat relevan, terutama mengingat transisi kepemimpinan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Letnan Jenderal (Purn) Djaka Budi Utama, yang baru saja dipercaya memegang tongkat komando sebagai Dirjen Bea Cukai, kini memikul beban yang tidak ringan.
Yunus menekankan betapa krusialnya bagi Djaka untuk memiliki keberanian dan ketegasan dalam menindak para penyelundup tanpa pandang bulu, bahkan jika itu berarti harus berhadapan langsung dengan “bintang-bintang” yang selama ini menjadi pelindung mereka.
Baca Juga: 24.000 Tamtama Baru di TNI, Dikritik Keras Politisi PDI Perjuangan
Yunus Husein secara khusus menyampaikan apresiasinya yang tinggi kepada Djaka Budi Utama. Ia menyoroti keputusan Djaka yang bersedia menerima jabatan direktur jenderal, sebuah posisi yang secara struktural biasanya diduduki oleh pejabat dengan pangkat lebih rendah, yaitu bintang dua (setara Mayor Jenderal atau Laksamana Muda/Marsekal Muda).
Kesediaan seorang perwira tinggi purnawirawan dengan pangkat bintang tiga untuk mengemban tugas ini menunjukkan komitmen yang luar biasa dan dedikasi yang patut diacungi jempol.
Baca Juga: Di Balik Kabut Isu, Deretan Dugaan Kasus yang Membayangi Jokowi dan Lingkarannya
“Kita salut sama beliau, pangkat saja dikorbanin, dia mau terima untuk fight di daerah-daerah perbatasan dan wilayah kepabeanan kita terlalu banyak, tidak semuanya diawasi,” tutur Yunus, menggambarkan medan perang yang begitu luas dan penuh tantangan.
Pengorbanan pangkat ini, menurut Yunus, mengindikasikan keseriusan Djaka dalam membersihkan praktik-praktik ilegal di wilayah kepabeanan Indonesia yang memang sangat luas dan seringkali luput dari pengawasan ketat.
Baca Juga: JUMAT BERSIH SMPN 1 Grogol Libatkan Seluruh Warga Sekolah
Tantangan yang dihadapi Djaka Budi Utama sangatlah besar: bukan hanya mengawasi ribuan kilometer garis pantai dan perbatasan darat, tetapi juga menghadapi jaringan penyelundup yang kuat dan memiliki beking dari oknum aparat.
Peringatan dari Yunus Husein ini diharapkan menjadi momentum bagi Bea Cukai di bawah kepemimpinan baru untuk menunjukkan taringnya, membongkar jaringan penyelundupan hingga ke akar-akarnya, dan memutus rantai beking “bintang-bintang” yang telah lama merusak integritas penegakan hukum di Indonesia.
Keberanian Djaka Budi Utama akan diuji dalam menghadapi tantangan ini, demi terciptanya perbatasan yang bersih dari aktivitas ilegal dan demi kedaulatan ekonomi bangsa.












