Bareskrim Polri Berhasil Bongkar Jaringan Narkoba Hydra di Bali

Bareskrim Polri Berhasil Bongkar Jaringan Narkoba Hydra di Bali
Bareskrim Polri Berhasil Bongkar Jaringan Narkoba Hydra di Bali

MEMO

Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan narkoba internasional di Bali dengan mengungkap laboratorium rahasia di Sunny Village. Empat tersangka, termasuk dua WNA Ukraina dan satu WNA Rusia, ditangkap dalam operasi ini, membawa dampak besar terhadap peredaran narkoba di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Bongkar Jaringan Narkoba Internasional di Bali Menggemparkan Publik

Bareskrim Polri telah mengungkapkan jaringan narkoba hydra di Kabupaten Badung, Bali. Jaringan narkoba ini beroperasi secara internasional dan memiliki sebuah laboratorium rahasia yang terletak di Sunny Village, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara.

Kabareskrim Polri, Komjen Wahyu Widada, mengumumkan bahwa empat orang telah ditangkap dalam operasi ini. Dua di antaranya adalah Warga Negara Ukraina dengan inisial IV (31) dan MV (31), satu adalah Warga Negara Rusia dengan inisial KK, dan satu lagi adalah LM, anak buah dari Fredy Pratama.

“Pihak Bareskrim Polri berhasil mengungkap laboratorium rahasia pembuatan ganja dan mephedrone milik jaringan hydra Indonesia, serta menangkap tersangka yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang terkait dengan laboratorium clandestine pembuatan ekstasi di Sunter-Bali, serta menangkap empat tersangka, termasuk dua WNA Ukraina, satu WNA Rusia, dan satu WNI,” ujar Wahyu Widada dalam konferensi pers di lokasi, pada hari Senin.

IV (31) dan MV (31), kedua saudara kembar Ukraina, berperan sebagai pengendali laboratorium dan pembuat narkoba. Sementara KK, WNA Rusia, bertugas sebagai penjual narkoba.

LM, WNI yang juga merupakan buronan dari kasus pabrik narkoba di Sunter, Jakarta Utara pada tanggal 4 April 2024 yang dimiliki oleh Fredy Pratama, juga terkait dengan jaringan hydra di Bali.

Selain empat tersangka yang berhasil ditangkap, ada dua WNA Ukraina lainnya dengan inisial RN dan OKA yang masih dalam pengejaran dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang.

Wahyu menjelaskan bahwa laboratorium jaringan narkoba hydra di Vila Sunny berhasil diungkap pada tanggal 2 Mei 2024, sebagai pengembangan dari kasus pabrik narkoba Fredy Pratama di Sunter pada tanggal 4 April 2024.

“Tim kami menemukan bukti yang kuat, berupa dokumentasi pengiriman bahan kimia prekursor dari laboratorium clandestine Sunter ke Bali,” tambahnya.

Laboratorium Rahasia dan Penangkapan Tersangka Utama dalam Operasi

Selain menangkap para tersangka, pihak berwenang juga berhasil menyita 9,8 kilogram ganja hidroponik, 437 gram mephedrone, serta ratusan kilogram bahan kimia prekursor yang digunakan untuk pembuatan narkoba jenis mephedrone dan ganja hidroponik, serta peralatan laboratorium yang beragam untuk pembuatan mephedrone dan ganja hidroponik.

“Lab pembuatan ganja hidroponik dan mephedrone ini terletak di lantai bawah vila yang telah diadaptasi oleh para tersangka,” tambah Wahyu.

Pos terkait