NGANJUK, MEMO –
Perkampungan kecil yang sering mengalami krisis air bersih setiap musim kemarau panjang yang ada di wilayah Kecamatan Pace tepatnya di Dusun Patran Desa Pace Wetan , Nganjuk terhitung sejak dua pekan terakhir ini masyarakatnya bisa hidup normal karena sudah tidak lagi kekurangan kebutuhan air bersih.
Itu berkat turunnya bantuan dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas PUPR bidang Cipta Karya berupa pembangunan Instalasi Pengelolaan Air ( IPA ) atau populer disebut Broncaptering atau istilah lain Sumur Dalam Terlindungi.
Baca Juga: Ponpes Al Ubaidah Jadi Tuan Rumah Penutupan Safari Ramadan 1447 H/2026 M Pemkab Nganjuk
Pembangunan IPA tersebut dialokasikan menggunakan Dana Alokasi Khusus ( DAK ) tahun 2024 dengan anggaran cukup fantastis yaitu sebesar Rp 1 milyar lebih. Dengan waktu pelaksanaan selama 120 hari.
Dan baru diserahterimakan kepada warga melalui pemerintah desa setempat terhitung sejak pertengahan bulan Oktober atau belum genap satu bulan. Pelaksana pekerjaan sekaligus pemegang kontrak kerja oleh CV Anugerah Teknik.
Disampaikan Warno salah satu teknisi CV Anugerah Teknik menjelaskan dengan dibangunnya gardu SPAM ( Sistem Penyediaan Air Minum ) ini mampu mengaliri air bersih ke rumah rumah warga sebanyak 280 SR di dua dusun. Yaitu Dusun Patran dan Dusun Cangkringan.
” Dari dua dusun tersebut yang sering mengalami krisis air bersih berada di dusun patran,” terang Warno saat ditemui di lokasi gardu SPAM .
Baca Juga: Apa Hak Korban Penganiayaan Di Bawah Umur ? Begini Tanggapan Aktifis Sosial Tanti Niswatin













