Senyap malam di pegunungan Muju, Provinsi Jeolla Utara, Korea Selatan, menjadi saksi bisu berakhirnya kisah tragis seorang calon bintang.
Yoon Ji-ah, influencer dan calon aktris berusia 20-an tahun dengan 300 ribu lebih pengikut, ditemukan tewas mengenaskan di dalam koper yang dibuang, hanya berselang beberapa jam setelah ia menuntaskan sesi livestream terakhirnya.
Baca Juga: Waspada Modus Baru Narkoba Cair Dalam Vape Incar Generasi Muda Indonesia
Tragedi ini menyingkap sisi gelap interaksi daring dan obsesi yang fatal, ketika polisi menangkap pelaku utama: Choi, pria berusia 50-an tahun yang dikenal sebagai “Black Cat”—seorang donatur papan atas yang memegang status “VIP fan” di platform siaran Ji-ah.
Donasi Mewah di Balik Identitas Palsu
Baca Juga: Kepergok Hendak Cabuli Nenek 82 Tahun, Pria di Gowa Nyaris Diamuk Massa
Di dunia maya, Choi tampak memukau dengan status level 56, yang mensyaratkan sumbangan mencapai sekitar Rp1,1 miliar ($53.000) kepada Ji-ah.
Ia dikenal sebagai CEO perusahaan IT. Namun, penyelidikan polisi membongkar ilusi ini: Choi sebenarnya terlilit utang besar dan memalsukan identitasnya sebagai orang kaya raya. Status VIP fan yang diperolehnya justru menjadi kamuflase obsesi yang mematikan.
Baca Juga: Bonatua Silalahi Bedah 9 Poin Krusial dalam Salinan Ijazah yang Sempat Dirahasiakan












