Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
BLITAR

14 Perguruan Silat Blitar Desak PAW Ketua IPSI, Katiman Dituding Tak Netral

Prawoto Sadewo
×

14 Perguruan Silat Blitar Desak PAW Ketua IPSI, Katiman Dituding Tak Netral

Sebarkan artikel ini

Blitar, Memo.co.id

Konflik internal organisasi pencak silat di Kabupaten Blitar kian memanas. Sebanyak 14 perguruan pencak silat resmi menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Ketua IPSI Kabupaten Blitar, Katiman, dalam forum silaturahmi antarperguruan yang digelar di RM Kenduri Kanigoro.

Baca Juga: Ricuh di Depan DPRD Blitar, Mahasiswa Soroti MBG dan KDMP, Ketua Dewan Turun Tangan

Pertemuan yang dihadiri berbagai perguruan silat itu berubah menjadi forum penyampaian keresahan. Mulai dari dugaan ketidaknetralan organisasi, persoalan legalitas, hingga pembinaan atlet dan pengelolaan keuangan IPSI menjadi sorotan utama.

Ketua PSHT Cabang Kabupaten Blitar, Tugas Nanggolo Yudo Dili Prasetiono atau yang akrab disapa Bagas Karangsono, menilai kondisi IPSI Kabupaten Blitar saat ini sudah jauh dari semangat persatuan antarperguruan.

Baca Juga: Tiga Terpidana Lakukan Pengembalian Uang Korupsi Dam Kalibentak Blitar

“IPSI seharusnya menjadi wadah bersama untuk membina atlet dan menjaga persaudaraan. Tetapi yang terjadi justru muncul kesan adanya kelompok yang lebih diprioritaskan dibanding perguruan lain,” ujarnya usai menyerahkan surat mosi tidak percaya kepada KONI Kabupaten Blitar di Kota Blitar.

Menurut Bagas, keresahan tersebut sebenarnya sudah lama dirasakan berbagai perguruan. Namun selama ini banyak pihak memilih diam sebelum akhirnya sepakat menyampaikan sikap bersama.

Baca Juga: Mulai Dikerjakan! Jembatan Garuda Blitar Target Selesai Dua Bulan

“Banyak perguruan mengeluhkan hal yang sama, mulai dari event pertandingan, pembinaan atlet, sampai komunikasi organisasi yang dianggap tidak transparan. Ini yang memicu munculnya mosi tidak percaya,” katanya.

Ia menegaskan para perguruan menginginkan IPSI kembali netral dan profesional tanpa berpihak kepada golongan tertentu.

“Kalau organisasi olahraga sudah tidak netral, maka kepercayaan anggota pasti hilang. Yang dirugikan bukan hanya perguruan, tetapi juga masa depan atlet-atlet pencak silat di Kabupaten Blitar,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Persaudaraan Rasa Tunggal (Persatu), Imam Pamuji, mengaku pihaknya sudah lama mencoba menyampaikan berbagai persoalan organisasi kepada IPSI Kabupaten Blitar. Namun menurutnya, aspirasi yang disampaikan tidak pernah mendapat kepastian.

“Kami sudah menyampaikan persoalan sejak tahun lalu. Bahkan sampai mengurus legalitas dan berkonsultasi ke Kesbangpol maupun KONI karena merasa tidak ada kejelasan dari IPSI Kabupaten Blitar,” kata Imam.

Ia menyebut kondisi tersebut memunculkan rasa ketidakadilan di kalangan perguruan. Karena itu, dirinya mendukung langkah evaluasi total terhadap kepengurusan IPSI Kabupaten Blitar.

“Kami tidak ingin organisasi ini terus menjadi sumber polemik. Yang dibutuhkan sekarang adalah pembenahan dan kepemimpinan yang bisa merangkul semua perguruan,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, sejumlah perguruan juga menyampaikan berbagai keluhan lain. Ada yang mengaku atletnya sulit lolos dalam pertandingan, ada pula yang mempertanyakan transparansi penggunaan iuran organisasi.

Perwakilan perguruan lain bahkan mengaku tidak pernah mendapatkan undangan kegiatan maupun bantuan pembinaan meski rutin mengikuti agenda organisasi. Dugaan ketidakadilan dalam pelaksanaan event besar seperti Bupati Cup juga ikut mencuat dalam pembahasan.

Hasil pertemuan kemudian melahirkan kesepakatan bersama untuk menyusun surat resmi berisi aspirasi dan pengaduan kepada IPSI Kabupaten Blitar. Selain itu, para perguruan juga mendesak dilaksanakannya Pergantian Antar Waktu (PAW) Ketua IPSI Kabupaten Blitar sesuai mekanisme organisasi.

Mereka berharap langkah tersebut menjadi jalan untuk memperbaiki tata kelola organisasi agar lebih terbuka, profesional, dan mampu mengayomi seluruh perguruan pencak silat di Kabupaten Blitar.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Ketua IPSI Kabupaten Blitar, Katiman, belum memberikan tanggapan atas munculnya mosi tidak percaya dari 14 perguruan pencak silat tersebut.**