Example floating
Example floating
Jatim

Mahasiswa Trenggalek Suarakan Keprihatinan Kondisi Pendidikan dalam Aksi Damai di Gedung DPRD

A. Daroini
×

Mahasiswa Trenggalek Suarakan Keprihatinan Kondisi Pendidikan dalam Aksi Damai di Gedung DPRD

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Trenggalek Suarakan Keprihatinan Kondisi Pendidikan dalam Aksi Damai di Gedung DPRD

TRENGGALEK, MEMO – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam sebuah organisasi kemahasiswaan di Trenggalek menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Trenggalek pada Senin (5/5/2025). Aksi ini merupakan wujud kepedulian mereka terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi oleh sektor pendidikan di wilayah Trenggalek.

Dalam aksinya, para mahasiswa menyampaikan beberapa poin tuntutan utama. Isu-isu yang disoroti meliputi dugaan praktik penyelewengan dalam pengelolaan anggaran pendidikan, biaya pendidikan yang dianggap memberatkan masyarakat, potensi adanya intervensi politik dalam kebijakan pendidikan, serta isu mengenai keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar terkait dengan kekerasan seksual.

Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu

Salah satu perwakilan mahasiswa dalam orasinya menyoroti adanya praktik yang dianggap tidak transparan dalam pengelolaan dana bantuan operasional sekolah. Mereka menduga adanya program-program yang dipaksakan dan tidak sesuai dengan kebutuhan riil siswa di sekolah.

“Kami menemukan adanya indikasi pengadaan barang yang harganya tidak wajar dan terkesan dipaksakan. Hal ini tentu membebani anggaran sekolah dan tidak memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kualitas belajar siswa,” ujarnya.

Baca Juga: Bantah Lakukan Pemukulan Sekdes Dimong Madiun Protes Keputusan Mutasi Sepihak

Selain itu, para mahasiswa juga mendesak agar pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap implementasi pendidikan gratis yang sesungguhnya. Mereka menekankan bahwa pendidikan gratis bukan hanya sekadar penghapusan biaya SPP, tetapi juga menghilangkan berbagai jenis pungutan lain yang masih terjadi di berbagai tingkatan sekolah.

Terkait dengan mutu pendidikan, ketidakmerataan antara sekolah di wilayah perkotaan dan pedesaan juga menjadi perhatian utama. Para mahasiswa menilai bahwa akses terhadap fasilitas dan kualitas pengajaran yang setara belum sepenuhnya dirasakan oleh siswa di daerah-daerah terpencil.

Baca Juga: Dua Bocah Driyorejo Gresik Mengalami Luka Bakar Parah Akibat Injak Serbuk Mercon

Isu mengenai kekerasan seksual di lingkungan pendidikan juga menjadi salah satu poin penting dalam aksi ini. Para mahasiswa menyampaikan keprihatinan atas kasus-kasus yang terjadi di berbagai jenjang pendidikan dan menuntut adanya pengawasan serta perlindungan yang lebih efektif bagi para peserta didik.

Menanggapi aksi damai tersebut, perwakilan dari DPRD Kabupaten Trenggalek menyampaikan apresiasi atas perhatian dan masukan yang diberikan oleh para mahasiswa. Pihaknya berjanji akan menampung dan menindaklanjuti aspirasi tersebut sesuai dengan mekanisme dan kewenangan yang ada.

Aksi damai ini menunjukkan bahwa mahasiswa di Trenggalek memiliki kepedulian yang tinggi terhadap isu-isu publik, khususnya dalam bidang pendidikan. Mereka berharap suara yang mereka sampaikan dapat menjadi pertimbangan bagi para pengambil kebijakan untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik, adil, dan aman bagi seluruh masyarakat Trenggalek.