Terkait dengan mutu pendidikan, ketidakmerataan antara sekolah di wilayah perkotaan dan pedesaan juga menjadi perhatian utama. Para mahasiswa menilai bahwa akses terhadap fasilitas dan kualitas pengajaran yang setara belum sepenuhnya dirasakan oleh siswa di daerah-daerah terpencil.
Isu mengenai kekerasan seksual di lingkungan pendidikan juga menjadi salah satu poin penting dalam aksi ini. Para mahasiswa menyampaikan keprihatinan atas kasus-kasus yang terjadi di berbagai jenjang pendidikan dan menuntut adanya pengawasan serta perlindungan yang lebih efektif bagi para peserta didik.
Baca Juga: Penyidik KPK Kembali ke Ponorogo, Geledah Kantor Dinkes Ponorogo Selama 8 Jam
Menanggapi aksi damai tersebut, perwakilan dari DPRD Kabupaten Trenggalek menyampaikan apresiasi atas perhatian dan masukan yang diberikan oleh para mahasiswa. Pihaknya berjanji akan menampung dan menindaklanjuti aspirasi tersebut sesuai dengan mekanisme dan kewenangan yang ada.
Aksi damai ini menunjukkan bahwa mahasiswa di Trenggalek memiliki kepedulian yang tinggi terhadap isu-isu publik, khususnya dalam bidang pendidikan. Mereka berharap suara yang mereka sampaikan dapat menjadi pertimbangan bagi para pengambil kebijakan untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik, adil, dan aman bagi seluruh masyarakat Trenggalek.
Baca Juga: Berjalan dari Bali, Puluhan Biksu Asia Tenggara Ziarah Makam Gus Dur di Tebuireng Jombang












