Example floating
Example floating
Jatim

Mahasiswa Trenggalek Suarakan Keprihatinan Kondisi Pendidikan dalam Aksi Damai di Gedung DPRD

A. Daroini
×

Mahasiswa Trenggalek Suarakan Keprihatinan Kondisi Pendidikan dalam Aksi Damai di Gedung DPRD

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Trenggalek Suarakan Keprihatinan Kondisi Pendidikan dalam Aksi Damai di Gedung DPRD

TRENGGALEK, MEMO – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam sebuah organisasi kemahasiswaan di Trenggalek menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Trenggalek pada Senin (5/5/2025). Aksi ini merupakan wujud kepedulian mereka terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi oleh sektor pendidikan di wilayah Trenggalek.

Dalam aksinya, para mahasiswa menyampaikan beberapa poin tuntutan utama. Isu-isu yang disoroti meliputi dugaan praktik penyelewengan dalam pengelolaan anggaran pendidikan, biaya pendidikan yang dianggap memberatkan masyarakat, potensi adanya intervensi politik dalam kebijakan pendidikan, serta isu mengenai keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar terkait dengan kekerasan seksual.

Baca Juga: Penyidik KPK Kembali ke Ponorogo, Geledah Kantor Dinkes Ponorogo Selama 8 Jam

Salah satu perwakilan mahasiswa dalam orasinya menyoroti adanya praktik yang dianggap tidak transparan dalam pengelolaan dana bantuan operasional sekolah. Mereka menduga adanya program-program yang dipaksakan dan tidak sesuai dengan kebutuhan riil siswa di sekolah.

“Kami menemukan adanya indikasi pengadaan barang yang harganya tidak wajar dan terkesan dipaksakan. Hal ini tentu membebani anggaran sekolah dan tidak memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kualitas belajar siswa,” ujarnya.

Baca Juga: Berjalan dari Bali, Puluhan Biksu Asia Tenggara Ziarah Makam Gus Dur di Tebuireng Jombang

Selain itu, para mahasiswa juga mendesak agar pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap implementasi pendidikan gratis yang sesungguhnya. Mereka menekankan bahwa pendidikan gratis bukan hanya sekadar penghapusan biaya SPP, tetapi juga menghilangkan berbagai jenis pungutan lain yang masih terjadi di berbagai tingkatan sekolah.