Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, mengungkapkan harapannya agar penangkapan Harun Masiku, mantan calon legislatif PDIP yang buron dalam kasus dugaan suap, dapat segera terwujud dalam waktu seminggu ke depan. Pernyataan ini muncul setelah rapat di Komisi III DPR, di mana Alexander menyatakan bahwa tim penyidik KPK telah mengetahui keberadaan Harun Masiku. Harapannya ini menjadi sorotan utama mengingat kompleksitas kasus suap yang melibatkan Harun Masiku dan mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.
Baca Juga: KPK Perluas Investigasi Korupsi Perpajakan, Semua Pejabat Pajak Jadi Target
Buron Harun Masiku Bakal Ditangkap Minggu Ini!
Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengakui bahwa timnya telah mengetahui keberadaan mantan calon legislatif dari PDIP yang kini menjadi buronan dalam kasus dugaan suap, yaitu Harun Masiku. Alexander berharap agar dalam waktu seminggu ke depan, Harun Masiku dapat segera ditangkap.
“Saya yakin tim penyidik sudah mengetahui di mana posisi Harun Masiku,” ujar Alexander setelah menghadiri rapat di Komisi III DPR pada hari Selasa.
Baca Juga: KPK Bongkar Skandal Manipulasi Jalur Merah Bea Cukai Untuk Loloskan Barang Impor Ilegal
“Semoga dalam waktu seminggu dia bisa ditangkap. Semoga saja,” tambahnya.
Alexander juga menyangkal adanya dugaan politisasi dalam pemeriksaan terhadap Hasto Kristiyanto pada hari Senin. Menurutnya, pimpinan KPK tidak pernah menerima tekanan dari pihak luar untuk menghentikan penyelidikan terhadap kasus tersebut yang telah berlangsung selama empat tahun terakhir.
Baca Juga: KPK Buru Bos PT Blueray John Field yang Melarikan Diri Saat Operasi Penangkapan
“Tidak ada yang menghubungi saya atau pimpinan lainnya untuk memberi tekanan. Saya sudah memastikan bahwa tidak ada instruksi dari pihak luar,” ungkap Alexander.
Menurutnya, pemeriksaan terhadap Hasto hanyalah bagian dari prosedur rutin karena tim penyidik mendapatkan informasi mengenai keberadaan Harun di Jakarta. Oleh karena itu, penyidik membutuhkan keterangan dari pihak terkait.
“Mungkin ini kebetulan karena posisi Harun tidak diketahui saat ini, jadi tim penyidik memerlukan keterangan tambahan untuk melengkapi informasi yang ada,” jelasnya.
Harun Masiku sendiri merupakan tersangka dalam kasus suap kepada mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, untuk memuluskan jalannya masuk ke DPR setelah Nazarudin Kiemas yang sebelumnya terpilih meninggal dunia.
Harun diduga telah menyiapkan sejumlah uang sekitar Rp850 juta untuk memuluskan langkahnya ke parlemen. Sementara itu, Wahyu yang telah divonis tujuh tahun penjara telah mendapat program pembebasan bersyarat sejak Oktober 2023.
Mengapa Penangkapan Harun Masiku Penting bagi KPK: Tinjauan Kasus Suap dan Langkah-Langkah Terbaru
Penangkapan Harun Masiku dianggap penting oleh KPK karena keterlibatannya dalam kasus suap yang melibatkan pejabat tinggi KPU dan partai politik. Kasus ini menunjukkan pentingnya tegaknya hukum dan pemberantasan korupsi dalam menjaga integritas demokrasi di Indonesia. Dengan mengungkap dan menindak pelaku korupsi, KPK memberikan sinyal bahwa tindakan korupsi tidak akan ditoleransi dan akan ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku. Oleh karena itu, penangkapan Harun Masiku diharapkan dapat menjadi langkah signifikan dalam upaya KPK untuk memperkuat penegakan hukum dan memberantas korupsi di Indonesia.












