Example floating
Example floating
JatimNGANJUK

1 Kecamatan di Nganjuk, 459 Sapi Terpapar PMK, 57 Ekor Sapi Mati, Belum Ada Penanganan Serius

Mulyadi Memo
×

1 Kecamatan di Nganjuk, 459 Sapi Terpapar PMK, 57 Ekor Sapi Mati, Belum Ada Penanganan Serius

Sebarkan artikel ini
Ratusan Sapi di Daerah  Malang Terkena Wabah PMK

Nganjuk, Memo

Sebanyak 10 desa di Kecamatan Prambon, teredapat 459 ekor sapi terpapar PMK. Sedang 57 ekor sapi dinyatakan mati. Sedang jumlah total sapi sehat sebanyak 662. Terbanyak sapi yang mati berada di Desa Baleturi yaitu sebanyak 42 ekor sapi. Dan sapi yang sakit hingga saat ini masih dalam perawatan sejumllahk 247 ekor, sedangkan yang dalam kondisi sehat sebanyak 231 ekor sapi.

Baca Juga: Ponpes Al Ubaidah Jadi Tuan Rumah Penutupan Safari Ramadan 1447 H/2026 M Pemkab Nganjuk

Data data tersebut diperoleh dari relawan ader PDI Perjuangan di Kecamatan Prambon. Kader yang kebanyakan juga petani dan peternak tersebut sengaja mengumpulkan data untuk memberi masukan ke Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

Dari jumlah desa di wilayah Kecamatan Prambon sebanyak 14 desa masih ada 4 desa yang belum di data. Ke empat desa tersebut diantaranya Desa Tegaron, Desa Kurungrejo, Desa Gondanglegi dan Desa Sonoageng. “Dalam waktu dekat ini kita terjun untuk melakukan pendataan ,” sambung Surawan.

Baca Juga: Aksi Nekat Todong Pistol Mainan Pemuda Nganjuk Coba Peras Toko HP Di Trowulan Mojokerto Berakhir Tragis Di Tangan Polisi

Hal senada di sampaikan Mashudi ,SH selaku anggota dewan dari Fraksi – PDIP menjelaskan misi relawan melakukan pendataan ini tidak lain untuk membantu tugas pemerintah daerah agar memudahkan melakukan tindakan dan penanganan untuk sapi yang sehat atau yang masih sakit.

” Yang kita harapkan para relawan bisa bekerja cepat dan akurat demi untuk kepentingan masyarakat luas dan untuk membantu petugas saat akan menurunkan bantuan vaksin,” terang Mashudi.

Baca Juga: Tragedi Wanita Muda di Ngronggot Nganjuk Ditemukan Meninggal Dunia di Area Belakang Rumah

Dengan rekap data sementara ini sambung Mashudi sudah sangat memprehatinkan. Untuk itu peran pemerintah daerah sangat membantu meringankan beban peternak yang hewan piaraanya terinfeksi virus PMK. ” Kalau tidak segera ditangani kasihan mereka,” pungkasnya.