NGANJUK, MEMO – Hasil pemantauan terbaru menunjukkan 30 titik panas (hotspot) terdeteksi di kawasan Puncak Gunung Wilis dan wilayah sekitarnya.
Sebaran hotspot meliputi 27 titik di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk. 2 titik di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo; serta 1 titik di Desa Kare, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.

Jumlah hotspot di wilayah Nganjuk mengalami peningkatan dibandingkan pemantauan sebelumnya, dari 8 titik menjadi 27 titik. Kepulan asap juga masih terpantau dari kawasan lereng Gunung Wilis. Peningkatan jumlah hotspot yang disertai pengamatan visual asap menunjukkan indikasi perkembangan dan perluasan aktivitas kebakaran di kawasan tersebut.
Pada pukul 08.00 WIB, kondisi cuaca di sekitar wilayah pemantauan terpantau kabur (haze), dengan suhu udara sekitar 22°C. Angin bertiup dari arah selatan dengan kecepatan sekitar 6 km/jam. Meskipun angin relatif tenang, perubahan arah maupun peningkatan kecepatan angin tetap perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi pergerakan asap dan penyebaran api.

Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati lokasi yang terindikasi terjadi kebakaran, khususnya kawasan hutan dan jalur pendakian di sekitar Puncak Gunung Wilis. Masyarakat yang berada di wilayah sekitar lereng Gunung Wilis diimbau meningkatkan kewaspadaan. Apabila melihat api atau kepulan asap yang semakin meluas, segera laporkan kepada petugas terkait dan ikuti informasi serta arahan resmi mengenai perkembangan kondisi kebakaran. (Adi)












