Menyambung arahan tersebut, Kepala Dinas PUPR Kota Kediri, Endang Kartikasari, mengungkapkan bahwa kesiapan operasional IPLT kini telah memasuki tahap final.
Proyek yang mulai dikembangkan sejak 2024 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Sanitasi ini direncanakan mulai beroperasi secara komersial pada Maret 2026. Saat ini, fokus utama adalah penguatan sumber daya manusia melalui pelatihan intensif bagi para operator dan petugas kebersihan.
Baca Juga: Vinanda Prameswati Jenguk Petugas Damkar Kediri Korban Tawon
“Insya Allah bulan Maret sudah operasional. Saat ini kami sedang menyiapkan unit pelaksana teknis (UPT) serta regulasi terkait tarif dan jadwal penyedotan lumpur tinja secara rutin. Secara kapasitas, infrastruktur ini mampu melayani kebutuhan hingga 50.000 Kepala Keluarga (KK) hingga tahun 2030 mendatang,” jelas Endang.
Pakar sanitasi menyarankan agar tangki septik rumah tangga dilakukan penyedotan setiap 3 hingga 5 tahun sekali. Hal ini penting untuk mencegah kebocoran yang dapat mencemari sumur warga. Dengan kapasitas olah mencapai 15 meter kubik per hari, IPLT Kota Kediri diproyeksikan menjadi tulang punggung sanitasi perkotaan yang modern dan ramah lingkungan.
Baca Juga: Wali Kota Kediri Hadiri Rakornas Pemerintah 2026 di Sentul
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran OPD terkait, Forkopimcam Mojoroto, serta kader kesehatan setempat yang berkomitmen menyosialisasikan pentingnya pola hidup bersih kepada masyarakat luas.
Melalui integrasi antara ruang terbuka hijau (Taman Ramah) dan fasilitas teknis (IPLT), Pemerintah Kota Kediri berupaya mengubah persepsi publik terhadap pengolahan limbah.
Baca Juga: Wali Kota Kediri Kukuhkan Pengurus Dewan Kesenian Jaranan Kediri Wahyu Krida Budaya
Keberhasilan pengoperasian fasilitas ini pada Maret mendatang akan menjadi tonggak penting dalam pencapaian target sanitasi aman 100 persen bagi seluruh warga Kota Tahu.












