Ketua Umum Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI), Prof. Dr. Ir. Muh. Restu, M.P., menegaskan OLIVIA adalah wadah memperkuat daya saing pendidikan vokasi. Rektor UB, Prof. Widodo, Ph.D.Med.Sc., menyoroti pentingnya vokasi dalam mencetak talenta digital dan AI, serta mendesak pembangunan ekosistem industri yang kuat.
“UB akan membangun kampus vokasi terpadu seluas 30 hektare di Kepanjen tahun ini sebagai bukti keseriusan kami,” ungkap Widodo.
Peserta dari Universitas Negeri Makassar (UNM), Rizky Aliwira dan Muhammad Yusuf, mengangkat kuliner lokal apel Malang sebagai inovasi pastry modern. Mereka menilai OLIVIA sebagai wadah memperkenalkan daerah dan membangun semangat berkarya.
Prestasi OLIVIA X akan tercatat di sistem SIMKATMAWA Kementerian dan menjadi Indikator Kinerja Utama (IKU) bagi kampus. Data FPTVI menunjukkan serapan lulusan vokasi di industri mencapai 80–85 persen, membuktikan relevansi dan kekuatan pendidikan vokasi nasional.












