Namun sayangnya saat ditanya apa penyebab ambrolnya tembok tersebut ternyata belum diketahui secara pasti. Yang jelas, pasca kejadian itu Supriyadi hanya memasang banner dan kain slambu sebagai pengganti tembok.
Mirisnya lagi, seperti dikatakan Anjarwati istri Supriyadi saat kejadian ambrolnya tembok pada senin malam itu sekitar pukul 19.00 WIB untungnya rumah dalam kondisi kosong.
” Kalau pas kejadian anak saya tidur di kamar tidak tahu nasibnya,” ucap Anjarwati sdikit trauma.

Untuk diketahui juga kondisi rumah Supriyadi selalin masih berlantai tanah dan terkesan kumuh, ternyata belum dilengkapi sarana MCK ( mandi cuci kakus). Kalau mandi dan buang air besar masih jadi satu dengan saudaranya .
” Kalau mandi dan buang air besar setiap hari numpang di tempat ibu saya,” ujar Lia keponakan Anjarwati yang rumahnya bersebelahan
Sementara itu disampaikan Kepala Desa Kampungbaru ,Susilo Dwi Prasetyo dengan realita itu mudah mudahan pemerintah daerah bisa mengcover lewat APBD.
” Dengan persoalan ini tentunya desa tidak bisa berdiri sendiri tanpa melibatkan campur tangan pemerintah kabupaten. Alhamdulillah sudah positif ditangani tinggal menunggu jadwal pelaksanaan renovasinya. Atas nama warga dan pemerintahan desa kami haturkan beribu terimakasih kepada bupati yang membantu warga kami ,” ucap Kepala Desa Kampungbaru , Susilo Dwi Prasetyo. ( Adi)












