Suasana mulai gaduh. Akhirnya, Guntur Wahono berpamitan pulang dulu, dengan dalih masih ada kegiatan lagi. Bahkan sebelum meninggalkan tempat, ia berpesan, kalau ada aspirasi bisa dicatat. Hal ini membuat suasana tambah gaduh. Dari belakang mulai merangsek ke depan terjadilah saling dorong. Hingga beberapa undangan berjatuhan.
Kondisi benar-benar kacau. Suara jeritan dan beberapa kursi saling terlempar. Para peserta sudah berhamburan saling menyelamatkan diri. Beberapa peserta berjatuhan. Kondisi mencekam, akhirya ratusan undangan berhamburan keluar sambil melempar dan membuang kaos tanda kecewa.
Baca Juga: Galian Sumur di Pinggir Sungai, Aksi Warga Robatal Sampang Melawan Kekeringan
Supangat salah satu panitia menyayangkan acara terjadi kericuhan. “Awalnya lancar-lancar saja, dipicu teriakan beberapa peserta minta uang transport. Kami sayangkan, acara akhirnya bubar,” ungkapnya.
Sedangkan salah satu peserta Dyantok menjelaskan, acara reses mestinya ada uang transpornya. “Gegernya dipicu uang transport. Begitu berdesakan dan saling dorong, akhirnya bubar saling mengamankan diri,” jelasnya.
Sementara pihak Guntur Wahono hingga berita ini terbit belum bisa dikonfirmasi (Pra)
Penulis : Prawoto Sadewo
Baca Juga: Dinsos Jombang Gandeng Veteran, Tanamkan Nilai Kepahlawanan kepada Ratusan Anak TK












