NGANJUK, MEMO – Singkal , garu, sabit atau ani ani adalah alat pertanian yang berfungsi untuk mengolah lahan sampai memanen padi. Alat alat tradisional ini sudah lazim digunakan para petani era pasca kemerdekaan sampai tahun 80 an.
Seiring dinamika zaman , kini alat manual yang mengandalkan tenaga hewan dan manusia tersebut mulai tergeser dan ditinggalkan oleh para petani. Karena hadirnya beragam produk alat mesin pertanian ( ALSINTAN) dari dalam negeri maupun luar negeri.
Baca Juga: Apa Hak Korban Penganiayaan Di Bawah Umur ? Begini Tanggapan Aktifis Sosial Tanti Niswatin

Salah satu produk alsintan yang ramai dipasaran dan diadopsi pemerintah untuk diperbantukan ke kelompok tani adalah Combine Harvester atau petani menyebutnya mesin Kombi.
Belum lama ini Kementrian Pertanian ( Kementan) RI telah mendistribusikan bantuan mesin Kombi ke kelompok tani di seluruh propinsi di Indonesia.
Termasuk di Kabupaten Nganjuk. Satu unit mesin pemanen padi ( Kombi) telah diserahterimakan sejak dua Minggu terakhir ini kepada kelompok tani ” Suko Mulyo ” Dusun Tampang Desa/ Kecamatan Wilangan,Nganjuk.
Baca Juga: Sidang Tipikor Kades Dadapan Final, Hakim Jatuhi Hukuman 2 Tahun Penjara

” Dengan turunnya bantuan dari pemerintah ini, petani sangat terbantu,” ucap Paryono selaku ketua kelompok tani suko Mulyo.
Hal senada disampaikan Keunggulan mesin panen ini masih kata Paryono diibaratkan sekali dayung tiga pulau terlampaui. Selain ngirit biaya, mesin panen ini multi fungsi.












