Blitar, Memo.co.id
Tidak ada gemuruh berlebihan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Kota Blitar. Namun justru dari kesederhanaan itulah, makna pengabdian terasa lebih dalam seperti denyut yang tak terlihat, tapi menjaga kehidupan tetap berjalan.
Baca Juga: Regenerasi Menguat, Muscab X PPP Kota Blitar Bidik Lonjakan Kursi 2029
Bertempat di Hotel Grand Mansion, Sabtu (18/4/2026), peringatan ini mempertemukan prajurit aktif, purnawirawan, hingga unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat. Bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang merawat ingatan, loyalitas, dan hubungan yang selama ini terjalin antara prajurit dan rakyat.
Tema “Garda Senyap untuk Negeri” seolah menjadi cermin jati diri Kopassus hadir tanpa banyak kata, bekerja tanpa banyak sorot.
Baca Juga: Jatmiko Pastikan Jaga Jarak dari Kekuasaan: “Saya Tidak Manfaatkan Posisi Keluarga”
Kapten Infanteri Riyadi, yang didapuk sebagai ketua panitia, menyampaikan bahwa peringatan ini adalah refleksi panjang perjalanan pengabdian korps baret merah.
“Kami tidak selalu terlihat, tetapi kami selalu ada. Itulah makna ‘garda senyap’ bekerja dalam diam, namun dengan kesetiaan penuh pada bangsa,” ujarnya.
Baca Juga: PKK Rejotangan Dorong Ketahanan Keluarga, Soroti Lonjakan Perceraian di Tulungagung
Ia menekankan, kedekatan dengan masyarakat bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi kekuatan itu sendiri. Dalam banyak situasi, kepercayaan publik menjadi benteng pertama yang tak tergantikan.












