Tasikmalaya, Memo
Siswi SMP Kecanduan Video Parno. Video dengan judul ‘sini open BO 200 saja’ yang diperankan siswi SMP tanpa busana, menjadi viral. Video tersebut hebohkan warganet. Setelah pemeran dalam video yang masih siswi SMP ditangap polisi, dia bikin pengakuan yang mengejutkan.
Pengakuan pertama, dia sudah kecanduan bercinta gara gara suka nonton flm dewasa. Pengakuan kedua, dia juga sering melakukan hubungan sesama jenis. Pengakuan ketika, dalam seminggu, rata rata, dia melayani 5 orang laki laki.
Seminggu Layani 5 Pria
Kisah seorang cewek SMP Tasikmalaya mengaku seminggu layani 5 pria di prostitusi online karena kecanduan nonton video dewasa menghebohkan publik.
Kisah tak wajar itu terungkap setelah polisi menangkap si cewek yang masih duduk di kelas IX SMP karena video ‘sini open BO 200 saja’ yang berisi dirinya da seorang pria viral.
Kecanduan S3ks Karena Nonton Video Dewasa
Dari pengakuan cewek SMP tersebut kepada penyidik Polres Tasikmalaya, dia kecanduan bercinta, bahkan dengan sesama jenis dan laki-laki karena kerap nonton video dewasa.
Sebelumnya, pihak kepolisian melakukan penyelidikan setelah mendapatkan laporan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Tasikmalaya.
Laporan tersebut terkait viralnya video berisi cewek SMP setengah tanpa busana dan di sampingnya ada seorang pria yang menemani.
Polres Tangkap Pelaku dan Teman Prianya
Dari laporan tersebut, anggota Polres Tasikmalaya langsung melakukan pencarian dan akhirnya menangkap si cewek dan si pria.
Diberitakan sebelumnya, video cewek SMP Tasikmalaya setengah tanpa busana heboh beredar di kalangan masyarakat dengan menawarkan diri bertarif Rp 200.000 di depan kamera.
Perempuan berambut panjang bercat kuning tersebut setengah tanpa busana dibarengi teman prianya di sebuah kamar dengan durasi video pendek 6 detik.
Aduan dari Koisi Perlindungan Anak
Kasus ini pun langsung ditangani Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya dengan laporan pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya.
“Awalnya kami mendapati ada laporan dari penggiat pendidikan beredar video setengah tanpa busana perempuan yang masih di bawah umur bersama teman prianya di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.”
Statusnya Masih Pelajar SMP Kelas IX
“Setelah ditelusuri ternyata anak perempuannya masih berstatus siswi kelas IX salah satu SMP. Dari tayangan video berdurasi 6 detik tersebut hanya pemeran perempuan berkata ‘ sini open BO 200’ saja,” jelas Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto kepada wartawan di Mako Polreskab Tasikmalaya, Sabtu (29/5/2021).
Lantas bagaimana kata KPAID Tasikmalaya terkait kasus menghebohkan melibatkan anak-anak di bawah umur?
Karena Kurang Pengawasan Orangtua
Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto menduga peristiwa itu akibat kurangnya pengawasan orangtua yang tak membatasi akses internet dan diduga pengaruh video dewasa yang sekarang ini mudah diakses lewat ponsel.
Hal itu diungkapkan , sesuai hasil keterangan dari para pemeran video tersebut selama ini yang masih berstatus anak-anak.
“Ini sangat miris sekali dan video ini menjadi preseden buruk yang terjadi dalam pergaulan di kalangan usia anak-anak selama ini.”
Awasi Pemakaian Gadget pada Anak
Dengan kejadian ini, Ato berharap semua orangtua lebih mengawasi pemakaian gadget anak supaya hal serupa tak terulang kembali.
Hal ini, tentunya peran orangtua sangat vital dan diharapkan selalu memantau pergaulan anak dan tak terlalu diberikan kebebasan yang berlebihan.
“Ini tentunya peran orangtua sangat penting. Ini menjadi hal yang sangat penting menjadi perhatian kita semua supaya tak terjadi lagi hal serupa di kalangan anak-anak. Paling utamanya adalah perempuan,” ujar Ato.
KPAID Konsentrasi Kasus Ini
KPAID pun tentunya sangat berkonsentrasi dalam kasus ini karena berdampak luas terutama faktor pendidikan anak dan norma-norma selama ini.
Sehingga, hak-hak anak pun bisa ditegakkan tapi di sisi lain akan memberikan edukasi ke anak-anak lainnya supaya tak tergoda dengan hal yang sama.
“Ini sangat penting sekali pendidikan anak, pendidikan agama dan penerapan norma-norma selama ini. Kita pun selama ini mengamankan para pelaku di rumah aman KPAID untuk permasalahan psikis yang dialaminya akibat kejadian yang menimpanya,” jelasnya.
Polres Periksa Pemeran Video Tanpa Busana
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polreskab Tasikmalaya AKP Hario Prasetyo Seno, mengaku masih memeriksa pria dan perempuan yang diduga sebagai pemeran video setengah tanpa busana cewek SMP di Kabupaten Tasikmalaya berdurasi 6 detik.
Keduanya masih diperiksa secara intensif oleh petugas Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Satreskrim Polreskab Tasikmalaya untuk mengetahui motif dan tujuan pembuatnya.
Pelaku , Pria dan Wanita, Masih Bawah Umur
“Iya, kedua orang yang diduga sebagai pemeran dalam video asusila tersebut masih diperiksa dan dimintai keterangan. Benar, keduanya si pria dan wanitanya itu masih di bawah umur,” jelas Hario kepada wartawan di ruang kerjanya, Sabtu (29/5/2021).
Penyelidikan kasus ini, lanjut Hario, berawal dari laporan masyarakat yang mendapati viral beredar video seorang perempuan yang menawarkan diri sembari setengah bugil.
Video asusila tersebut membuat resah masyarakat dan segera diamankan kedua pelaku untuk dimintai keterangan.
“Sampai sekarang motif atau tujuan para pembuat video itu masih belum bisa disimpulkan. Soalnya, kita masih dalami dengan pemeriksaan lebih lanjut,” tambah Hario












