Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Peristiwa Hukum

Sebut MUI Jawa Timur Goblok Pengusaha Sound Horeg Disemprot Moderator TV

A. Daroini
×

Sebut MUI Jawa Timur Goblok Pengusaha Sound Horeg Disemprot Moderator TV

Sebarkan artikel ini
Sebut MUI Jawa Timur Goblok Pengusaha Sound Horeg Disemprot Moderator TV

MEMO, Surabaya — Debat panas mengenai fenomena sound horeg di salah satu televisi nasional mendadak viral usai pengusaha sound horeg, Setyo Budi Mularso, secara terbuka menyebut Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur “goblok” terkait penerbitan fatwa haram pada Kamis (10/9/2026).

Pernyataan menohok tersebut terlontar saat Setyo diberi ruang oleh moderator untuk menanggapi kebijakan MUI Jatim yang menyoroti dampak negatif dentuman musik keras di pemukiman warga.

Teguran Tegas Moderator di Acara Live

Setyo yang berasal dari Jawa Tengah menilai fatwa yang dikeluarkan lembaga keagamaan tersebut kurang bijak dan terkesan menyudutkan para pelaku usaha hiburan di daerah.

“MUI Jawa Timur itu bagi saya sendiri, itu sebuah kegoblokan MUI-nya sendiri. Kegoblokannya MUI ini malah justru dipertontonkan seluruh Indonesia,” celetuk Setyo di tengah diskusi yang disiarkan secara langsung.

Sontak, umpatan kasar itu langsung dipotong oleh moderator. Setyo diminta menjaga etika komunikasi dan menggunakan diksi yang lebih santun mengingat acara tersebut disaksikan masyarakat luas di skala nasional.

Jawaban Adem Kiai Ma’ruf Khozin dan Momen Foto Bersama

Mendengar tudingan pedas tersebut, Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim KH Ma’ruf Khozin merespons situasi dengan kepala dingin tanpa tersulut emosi. Kiai Ma’ruf menegaskan bahwa fatwa disusun berdasarkan pengaduan objektif masyarakat terkait maraknya pelanggaran, mulai dari gangguan kesehatan, keberadaan penari erotis, hingga pesta minuman keras di arena sound horeg.

Lembaga ulama meliha tindakan penertiban ibarat polisi yang menghentikan pengendara tanpa helm demi keselamatan warga itu sendiri. Menariknya, perselisihan tersebut berakhir cair begitu siaran selesai.

“Ya tidak masalah, kami selalu belajar dan belajar. Setelah acara itu sudah foto bersama,” ungkap Kiai Ma’ruf saat memberikan konfirmasi pasca-kejadian.