Example floating
Example floating
Hukum

Sindikat Jual Beli Ginjal Terbongkar, Penemuan Mengejutkan di Kamboja!

Alfi Fida
×

Sindikat Jual Beli Ginjal Terbongkar, Penemuan Mengejutkan di Kamboja!

Sebarkan artikel ini
Sindikat Jual Beli Ginjal Terbongkar, Penemuan Mengejutkan di Kamboja!
Sindikat Jual Beli Ginjal Terbongkar, Penemuan Mengejutkan di Kamboja!

MEMO

Sindikat Perdagangan Ginjal Terungkap: Polisi Temukan Operasi Transplantasi di RS Militer Kamboja

Baca Juga: KPK Geledah Rumah Gatut Sunu di Surabaya dan Sita Uang Puluhan Juta Rupiah

Satu sindikat perdagangan ginjal yang beroperasi di Kecamatan Tarumaya, Kabupaten Bekasi berhasil diungkap oleh kepolisian. Sindikat ini melakukan operasi transplantasi organ di sebuah rumah sakit militer di Kamboja.

Dalam proses pengungkapan, pihak kepolisian menemukan data tentang 14 korban atau pendonor yang terlibat dalam transaksi organ di rumah sakit tersebut. Namun, upaya penyelamatan yang dilakukan pihak berwenang terancam bocor karena kendala birokrasi di Kamboja.

Baca Juga: KPK Geledah Ruang Kerja Bupati Tulungagung Cari Bukti Tambahan Kasus Pemerasan OPD

Tim kepolisian berhasil menemukan para tersangka dan korban di Surabaya setelah perjalanan panjang melalui beberapa negara.

Operasi Transplantasi Organ di RS Militer Kamboja Terkuak

Satu sindikat perdagangan ginjal di Kecamatan Tarumaya, Kabupaten Bekasi terbongkar oleh pihak kepolisian. Sindikat ini melakukan operasi transplantasi organ di sebuah rumah sakit militer di Kamboja.

Baca Juga: Terbukti Korupsi, Kades Pojok Wates Dituntut 7 Tahun Penjara dan Denda Rp600 Juta

“Ya, rumah sakit militer tersebut berada di Phnom Penh, tepatnya di RS Preah Ket Mealea,” ungkap Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi, di Jakarta pada Jumat (21/7).

Dalam proses pengungkapan kasus ini, Kombes Hengki menyatakan bahwa terdapat 14 korban atau pendonor yang sedang menjalani transplantasi organ di rumah sakit tersebut.

Untuk menyelamatkan para korban, pihak kepolisian langsung berkoordinasi dengan Bareskrim Polri dan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri. Sayangnya, upaya penyelamatan ini ternyata bocor dan informasinya tersebar.

Tidak hanya itu, Hengki juga mengungkapkan bahwa sistem birokrasi di Kamboja telah menghambat langkah penegakan hukum yang dilakukan oleh kepolisian.

Sebagai akibatnya, 14 korban tersebut berhasil melarikan diri dari rumah sakit setelah menjalani operasi, lalu mereka menginap di sebuah hotel dekat bandara Phnom Penh.