Example floating
Example floating
Hukum

Saksi Angkatan 80 UGM Ungkap Fakta Kuliah Bareng Jokowi, Luruskan Isu Hari Mulyono dan Pembimbing

A. Daroini
×

Saksi Angkatan 80 UGM Ungkap Fakta Kuliah Bareng Jokowi, Luruskan Isu Hari Mulyono dan Pembimbing

Sebarkan artikel ini
Saksi Angkatan 80 UGM Ungkap Fakta Kuliah Bareng Jokowi, Luruskan Isu Hari Mulyono dan Pembimbing

Mataram, Memo | – Polemik seputar dugaan ketidakaslian ijazah sarjana Presiden Joko Widodo dari Universitas Gadjah Mada (UGM) masih menjadi perbincangan hangat publik. Di tengah pusaran isu tersebut, seorang individu yang mengaku sebagai rekan seangkatan Presiden di Fakultas Kehutanan UGM, Andi Pramaria, tampil ke permukaan untuk memberikan kesaksiannya.

Andi, yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kehutanan dan Perdagangan Provinsi NTB, membenarkan bahwa dirinya menempuh studi bersama Jokowi di kampus tersebut. Ia bahkan menegaskan keduanya mengikuti upacara wisuda serentak pada tanggal 19 November 1985.

Baca Juga: Kepala BNPB Sebut Bencana Sumatera Cuma Ramai di Medsos, Hakim MK Sedih dan Minta Evaluasi Pati TNI

“Saya betul-betul menyaksikan dan berbarengan dengan Pak Jokowi pada waktu kuliah sampai lulus. Wisuda juga bareng,” ungkap Andi saat dijumpai di kediamannya di Mataram pada Sabtu (17/5/2025). Ia bahkan mengidentifikasi posisi mereka dalam foto kelulusan yang sempat viral: “Kalau di foto yang beredar, Pak Jokowi nomor dua dari kanan, saya nomor dua dari kiri.”

Dalam beberapa hari belakangan, Andi mengakui cukup padat melayani permintaan wawancara dari berbagai awak media terkait isu ijazah yang menyeret nama Presiden.

Baca Juga: Sorotan Tajam ke Kemenag: Pelantikan Kakanwil Kalteng Dinilai Tak Penuhi Syarat ASN

Soal Jenis Huruf dan Keyakinan Historis

Menanggapi perdebatan mengenai jenis huruf “Times New Roman” yang muncul dalam polemik, Andi turut memperlihatkan ijazah sarjananya sendiri dari UGM. Menariknya, dokumen kelulusannya tersebut juga menggunakan jenis huruf yang sama, persis seperti yang disorot oleh Roy Suryo dan pihak lain dalam menuding adanya pemalsuan ijazah.

Andi menjelaskan, pada era studinya, mahasiswa tidak memiliki opsi untuk memilih atau mengajukan protes terhadap jenis huruf yang digunakan pada ijazah. Mereka hanya menerima apa yang dicetak. “Percetakan yang digunakan kampus atau ijazah dicetak rata-rata di Percetakan Perdana,” imbuhnya.

Baca Juga: Jejak Dwifungsi Polisi di Era Reformasi, Perwira Tinggi di Kursi Jabatan Sipil

Meskipun demikian, Andi secara jujur menyatakan dirinya tidak berada dalam posisi untuk mengonfirmasi keaslian ijazah yang saat ini dimiliki oleh Presiden Jokowi. Namun, berdasarkan perspektif sejarah dan historis, Andi pribadi meyakini ijazah Jokowi adalah asli, dengan catatan format dan isinya memang sama seperti ijazah yang dimilikinya.

Meluruskan Dosen Pembimbing Skripsi dan Isu Hari Mulyono

Andi juga mengambil kesempatan untuk mengklarifikasi kesimpangsiuran mengenai sosok dosen pembimbing skripsi Presiden Jokowi. Berbeda dengan persepsi yang beredar, Andi menegaskan bahwa Kasmojo, yang sempat disebut-sebut, bukanlah pembimbing skripsi utama.

“‘Pak Kasmojo adalah dosen pembimbing kartu rencana studi (KRS) dan hanya sebagai asisten dosen,’ jelas Andi. ‘Pembimbing skripsi Jokowi yang sebenarnya adalah Prof Sumitro’.”