” Dengan bantuan sedikit ini mudah mudahan bermanfaat untuk mbh Tuminah,” harap Puguh Santoso.
Sementara itu dikatakan Kasun Suradi untuk rumah Mbah Tuminah sudah pernah diusulkan ke dinas Perkim tahun 2025 untuk mendapatkan bantuan bedah rumah. Tapi sampai hari ini belum ada kabar kepastiannya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah, Begini Tanggapan Ketua DPD LDII Nganjuk.......
” Belum lama ini pihak dinas Perkim sudah sekali melakukan monev. Mudah mudahan segera terealisasi,” papar Suradi.
Ditempat terpisah dikatakan Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Dan Pertanahan ( PRKPP) Kabupaten Nganjuk, Mashudi Nurul Huda mengakui surat dari desa untuk usulan bedah rumah atas nama Mbah Tuminah baru masuk sejak tanggal 4 Pebruari 2026.
Baca Juga: Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Mengenang Kembali Perjuangan Terakhir Marsinah bagi Kaum Buruh
” Karena proyek bedah rumah di dinas Perkim ini sifatnya terencana atau usulan di tahun anggaran sebelumnya, maka yang bisa mengcover dari Baznas. Yang jelas hasil assessment dinas perkim sudah dikoordinasikan dengan pihak Baznas,” ujar Mashudi Nurul Huda.
Dikatakan Nurul Huda juga , karena terdampak efisiensi anggaran, akhirnya berdampak langsung pengurangan jumlah unit rumah tidak layak huni.
Baca Juga: Istiqomah, Sejak 1885 Tradisi Nyadran Di Desa Waung Tetap Eksis Tidak Luntur Digerus Jaman
” Tahun 2025 ada pengurangan hampir mencapai 46,46%. Dari data awal 278 unit menjadi 192 unit. Penguranganya mencapai 86 unit,” paparnya.
Dipastikan sumber anggaran kegiatan bedah rumah milik Mbah Tuminah murni di handle dari Baznas. Untuk eksekusi dana emergency hanya Baznas yang bisa. ” Diharapkan dana CSR bisa bergabung,” pungkasnya. ( Adi)












