Memo, Bondowoso.
Beberapa ton yang diproduksi oleh petani yakni 4000 ton produksi tebu rakyat yang ada di Bondowoso, kini terlihat menumpuk di gudang Pabrik Gula (PG) Pradjekan. Kabarnya gula yang tidak terjual dan kini menumpuk dalam 6 kali lelang terakhir.
Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Bondowoso, Rolis Wikarsono, kini mengungkapkan akan kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Bondowoso, namun juga dialami daerah lain di Indonesia.
Terdapat sekitar 60 miliar mengacu pada harga pokok penjualan (HPP) lelang sebesar Rp14.500 per kilogram.
“Awal panen di bulan Mei, tapi sejak enam minggu terakhir gula itu tidak laku. Biasanya, setiap lelang di PG Pradjekan laku 1.000 ton, tapi kali ini tidak ada pembelian,” ujarnya pada BeritaJatim.com, Jumat (8/8/2025).












