Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Papar, Ari Setiawan, mengonfirmasi parahnya dampak banjir di wilayahnya. Lahan pertanian di Desa Purwotengah, misalnya, sempat terendam air selama beberapa hari, menyebabkan gagal panen total.
“Selain faktor hujan, saluran pembuangannya juga kurang memadai sehingga tidak bisa langsung menampung air hujan,” terang Ari, menjelaskan salah satu penyebab utama genangan.
Baca Juga: Penemuan Artefak Batu Yoni di Sawah Kediri Menguak Jejak Peradaban Masa Lalu
Selain benih, Pemerintah Kabupaten Kediri juga memberikan bantuan inovatif berupa penyemprotan pupuk mikro menggunakan drone di Desa Merjoyo, Purwoasri. Bantuan teknologi ini bertujuan memulihkan tanaman yang terendam banjir pada akhir Mei 2025 lalu.
Dengan berbagai upaya ini, Mas Dhito berharap produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Kediri tetap terjaga. Kediri, dengan 344 desa, merupakan salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur, dan menjaga ketahanan pangannya adalah prioritas utama.












