Rambu-rambu tersebut, lanjut Yagus, sangat krusial untuk membantu masyarakat dalam mengambil tindakan cepat saat terjadi bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, maupun tanah longsor.
“Dengan rambu yang jelas, masyarakat bisa tahu ke mana harus menyelamatkan diri dan di mana titik kumpul yang aman. Semua sudah ditandai,” ungkapnya.
Baca Juga: Penyidik KPK Kembali ke Ponorogo, Geledah Kantor Dinkes Ponorogo Selama 8 Jam
Namun, Yagus juga menegaskan bahwa jumlah rambu yang terpasang saat ini belum mencukupi kebutuhan ideal, mengingat panjang garis pantai Pacitan yang mencapai sekitar 72 kilometer dan belum seluruhnya dilengkapi penunjuk evakuasi.
“Ini menjadi tantangan besar, terutama dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi potensi tsunami dan bencana lain yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” tutupnya.
Baca Juga: Berjalan dari Bali, Puluhan Biksu Asia Tenggara Ziarah Makam Gus Dur di Tebuireng Jombang












