“Penggunaan jalur udara cenderung lebih kecil kapasitasnya, karena keterbatasan bawaan yang dapat mereka angkut,” tambahnya.
Indonesia telah menjadi pasar favorit bagi peredaran narkoba, dan ini menjadi alasan mengapa peredaran narkotika di negara ini cukup tinggi jika dibandingkan dengan negara lain.
Baca Juga: KPK Geledah Ruang Kerja Bupati Tulungagung Cari Bukti Tambahan Kasus Pemerasan OPD
Peredaran narkoba di Indonesia masih menjadi perhatian serius, namun kerjasama yang solid antara DJBC, kepolisian, BNN, dan TNI berhasil membawa hasil yang mengejutkan.
Dalam operasi selama tujuh bulan tersebut, sekitar 3.287 ton narkoba berhasil disita, termasuk metamfetamina, ganja, dan ekstasi, yang berasal dari berbagai negara seperti Afrika, Amerika Latin, dan Asia.
Baca Juga: Terbukti Korupsi, Kades Pojok Wates Dituntut 7 Tahun Penjara dan Denda Rp600 Juta
Meskipun banyak tantangan di jalur laut dan udara, upaya pemberantasan terus dilakukan untuk menjaga Indonesia dari ancaman peredaran narkoba.












