Sektor pengeluaran non-makanan didominasi oleh biaya perumahan dan fasilitas rumah tangga, mencakup 47 persen. Kemudian, aneka barang dan jasa menyumbang 28 persen, diikuti barang tahan lama 9 persen, serta asuransi dan pajak 8 persen.
“Pola ini menunjukkan adanya pergeseran kebutuhan rumah tangga yang mulai menyesuaikan dengan kebutuhan non konsumsi seperti perumahan dan jasa,” imbuh Mimik. Data ini sangat krusial sebagai acuan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengentasan kemiskinan dan upaya peningkatan kesejahteraan warga Trenggalek di masa mendatang.
Baca Juga: Asap Vs. Santapan, Menguak Mana Skala Prioritas Belanja, Warga Trenggalek 2025
Tag: biaya hidup, Trenggalek, BPS, ekonomi, konsumsi
