Kediri, Memo
Menanggapi fenomena kenaikan harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional, Pemerintah Kota Kediri mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat tidak terjebak dalam perilaku belanja berlebihan atau panic buying. Langkah antisipatif ini diambil guna menjaga keseimbangan pasar dan memastikan distribusi barang tetap berjalan normal di tengah fluktuasi harga yang mulai dirasakan oleh para konsumen di Kota Tahu.
Penjabat (Pj) Wali Kota Kediri, Zanariah, menegaskan bahwa fenomena kenaikan harga di beberapa sektor pangan merupakan dinamika pasar yang sedang dalam pengawasan ketat pemerintah. Masyarakat diminta untuk berbelanja secara bijak dan sesuai dengan kebutuhan harian saja.
Menurutnya, aksi memborong barang secara berlebihan justru akan memicu kelangkaan semu yang pada akhirnya akan semakin melambungkan harga di tingkat pedagang eceran.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), ketersediaan stok bahan pangan di Kota Kediri secara umum masih berada pada level aman. Pemerintah telah berkoordinasi dengan distributor utama dan pihak Bulog untuk memastikan pasokan beras, minyak goreng, serta telur tetap tersedia di pasar-pasar utama seperti Pasar Setono Betek dan Pasar Pahing. Koordinasi lintas sektor ini menjadi kunci agar tidak terjadi sumbatan pada arus distribusi dari produsen ke konsumen.
Selain memberikan imbauan, Pemkot Kediri juga berencana mengintensifkan operasi pasar murah di sejumlah titik strategis jika tren kenaikan harga terus berlanjut.
Langkah intervensi ini bertujuan untuk memberikan akses pangan dengan harga terjangkau langsung kepada masyarakat menengah ke bawah. Di sisi lain, Satgas Pangan juga dikerahkan untuk melakukan pengawasan rutin guna mendeteksi adanya potensi penimbunan barang oleh oknum tidak bertanggung jawab yang ingin mengambil keuntungan sepihak.
Kepedulian masyarakat untuk saling menjaga stabilitas ekonomi sangat diharapkan dalam situasi ini. Dengan tidak melakukan spekulasi belanja, warga turut membantu pemerintah dalam menekan angka inflasi daerah. Pemerintah berkomitmen untuk terus transparan mengenai kondisi stok pangan agar tidak muncul keresahan di tengah publik yang dapat memicu ketidakstabilan sosial maupun ekonomi di wilayah Kediri.
Upaya mitigasi ini diharapkan mampu meredam gejolak harga sebelum mencapai titik yang memberatkan daya beli masyarakat. Pemerintah Kota Kediri akan terus melakukan evaluasi harian terhadap pergerakan harga komoditas penting. Sinergi antara kebijakan pemerintah dan kesadaran konsumsi masyarakat menjadi fondasi utama dalam menjaga ketahanan pangan dan kondusivitas ekonomi daerah di masa mendatang. (Ad)












