Blitar, memo.co.id
Menjelang pemilihan kepala Desa Kedungbanteng, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, dinamika politik di tingkat desa mulai terasa. Dua kandidat, Gunawan Prasetya Budi dan Ida Nurhayati, mulai menyampaikan visi dan misi sekaligus berupaya meraih dukungan masyarakat.
Di tengah meningkatnya aktivitas politik tersebut, Kepala Desa Kedungbanteng Marsaid mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kerukunan dan tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai sumber perselisihan.
Menurut Marsaid, kontestasi pemilihan kepala desa merupakan bagian dari proses demokrasi yang semestinya dijalankan dengan mengedepankan kedewasaan, saling menghormati, serta menjaga hubungan baik antarsesama warga.
Ia menilai kedua kandidat merupakan bagian dari masyarakat Kedungbanteng yang memiliki kesempatan untuk berkontribusi bagi kemajuan desa. Karena itu, persaingan dalam memperoleh dukungan hendaknya tidak mengikis rasa persaudaraan yang selama ini terbangun.
“Kedua tokoh calon kepala desa ini merupakan putra-putri terbaik Desa Kedungbanteng. Kami memohon agar perbedaan pilihan jangan dijadikan perselisihan antarwarga. Justru, perbedaan pilihan inilah yang seharusnya mempererat tali persaudaraan,” pinta Marsaid.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah dinamika menjelang pemungutan suara. Sebab, dalam pemilihan di lingkungan desa, para kandidat dan pendukungnya merupakan bagian dari masyarakat yang sama. Hubungan sosial yang terjalin sehari-hari harus tetap terjaga, apa pun hasil kontestasi nantinya.
Marsaid berharap seluruh elemen masyarakat dapat menempatkan kepentingan desa di atas kepentingan kelompok maupun dukungan politik sesaat. Dengan demikian, proses pemilihan tidak hanya menjadi sarana menentukan pemimpin, tetapi juga momentum untuk memperkuat kebersamaan warga.

Desa Kedungbanteng sendiri terdiri atas tiga dusun, yakni Krajan, Kedunggong, dan Janggan. Wilayah tersebut dihuni sekitar 3.000 penduduk yang terbagi dalam 30 rukun tetangga (RT) dan enam rukun warga (RW).
Sebagian besar masyarakat menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian. Selain itu, terdapat warga yang menjalankan usaha serta menekuni bidang peternakan. Kondisi tersebut menjadikan keberlanjutan pembangunan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai kepentingan bersama yang perlu diperhatikan oleh pemimpin terpilih.
Di tengah upaya masing-masing kandidat menggalang dukungan, Marsaid kembali menegaskan bahwa hasil pemilihan harus diterima dengan sikap dewasa. Pihak yang memperoleh suara terbanyak diharapkan tidak melupakan persatuan, sedangkan pihak yang belum mendapatkan kepercayaan masyarakat diharapkan tetap berkontribusi bagi pembangunan desa.
“Kita ini menjalankan politik dengan sistem demokrasi. Siapa pun yang nantinya menang, bagi calon yang kalah saya berharap tetap bersatu. Bersama-sama membangun Desa Kedungbanteng agar lebih baik dan bermartabat, sehingga kesejahteraan masyarakat bisa tercapai bersama para pemangku kepentingan desa lainnya,” imbuhnya.
Bagi Marsaid, keberhasilan pemilihan kepala desa tidak semata-mata ditentukan oleh terlaksananya pemungutan suara atau terpilihnya seorang pemimpin baru. Lebih dari itu, suasana yang aman, tertib, dan kondusif hingga seluruh tahapan selesai juga menjadi hal yang perlu dijaga bersama.
Ia berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan pandangan maupun dinamika dukungan selama proses pemilihan berlangsung. Komunikasi yang baik dan sikap saling menghormati dinilai penting untuk mencegah persoalan yang dapat mengganggu keharmonisan lingkungan.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, Marsaid mengajak seluruh masyarakat Kedungbanteng untuk tetap menjaga persaudaraan dan mendukung proses demokrasi yang damai. Sebab, setelah kontestasi berakhir, seluruh warga akan kembali hidup berdampingan dan memiliki tanggung jawab yang sama dalam membangun desa.
Pada akhirnya, siapa pun yang mendapatkan amanah masyarakat diharapkan mampu menjalankan pemerintahan desa secara bertanggung jawab, memberikan pelayanan yang baik, serta mendorong pembangunan yang berorientasi pada kepentingan warga.
Pemilihan kepala desa pun diharapkan menjadi awal bagi penguatan persatuan dan kemajuan Kedungbanteng, bukan justru meninggalkan sekat-sekat yang memisahkan masyarakat.












