Example floating
Example floating
Home

Pasar Beras Kota dan Kabupaten Serang Merasakan Sentuhan Penurunan Harga

Alfi Fida
×

Pasar Beras Kota dan Kabupaten Serang Merasakan Sentuhan Penurunan Harga

Sebarkan artikel ini
Pasar Beras Kota dan Kabupaten Serang Merasakan Sentuhan Penurunan Harga
Pasar Beras Kota dan Kabupaten Serang Merasakan Sentuhan Penurunan Harga

“Alhamdulillah, harga sudah turun selama satu minggu terakhir. Biasanya harga berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp16 ribu, sekarang menjadi Rp13.800 sampai Rp13.500. Harga yang sebelumnya mencapai Rp16.500 sekarang sudah turun menjadi Rp16 ribu, terutama untuk beras premium,” ujar H Buchori saat ditemui di tokonya.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi, mengklaim bahwa harga beras juga mengalami penurunan di sejumlah pasar, salah satunya di Pasar Johar Karawang. Hal ini disebabkan oleh upaya Bulog yang mengalirkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 200 hingga 300 ton per hari ke pasar tersebut.

Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan

Meskipun demikian, Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) mencatat bahwa rata-rata harga beras secara nasional di pasar tradisional masih mengalami kenaikan pada hari Kamis kemarin.

Secara rinci, harga beras kualitas bawah I naik sebesar 1,39 persen menjadi Rp14.600 per kg. Sementara itu, harga beras kualitas bawah naik 1,77 persen menjadi Rp14.400 per kg, harga beras kualitas medium I naik 1,6 persen menjadi Rp15.900 per kg, harga beras kualitas medium II naik 1,29 persen menjadi Rp15.700 per kg, harga beras kualitas super I naik 1,47 persen menjadi Rp17.250 per kg, dan harga beras kualitas super naik 1,21 persen menjadi Rp16.700 per kg.

Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb

Harga Beras Turun di Kota dan Kabupaten Serang, Banten, Namun Tantangan Masih Ada

Penurunan harga beras di pasar-pasar di Kota dan Kabupaten Serang, Banten, memberikan sedikit angin segar bagi konsumen. Meskipun masih belum signifikan, penurunan ini mengindikasikan respons terhadap gagal panen yang dialami oleh petani padi di wilayah tersebut.

Pedagang beras tetap berharap bahwa hasil panen yang lebih baik akan membawa penurunan harga yang lebih signifikan. Meskipun demikian, tantangan masih ada dalam menjaga ketersediaan beras yang memadai dan harga yang terjangkau bagi konsumen.

Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional

Hal ini menggarisbawahi pentingnya upaya untuk memperbaiki produktivitas pertanian dan mengelola ketersediaan beras secara efisien untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.