Misalnya, pos becak di Baron. Jumlahnya, tidak lebih dari 50 abang becak. Pos Becak Baron, tergolong cukup besar. Yang lebih besar lagi di wilayah Kertosono. Ada beberapa tempat mangkalnya abang becak di Kertosono, diantaranya Pasar Kertosono, Stasiun Kertosono dan sekitar Terminal Kertosono . Namun, jumlah keseluruhan, dipastikan tidak sampai menembus angka 500 abang becak.
Menurut Nyono, salah satu abang becak yang mangkal di baron, jumlah abang necak yang setiap harinya mangkal di Barong tidak kurang dari 50 orang. ” Seluruhnya belum didata. Juga belum ada pendataan terbaru tahun ini. Lebih lebih menerima bantuan paket sembako sampai sekarang masih belum ada,” kata Nyono.
Bagaimana dengan wilayah lain di Kabupaten Nganjuk ?. Misalnya di wilayah kota Nganjuk. Meski berada di wilayah pusat pemerintahan NGanjuk, namun, jumlahnya tidak begitu banyak. Sebab, fasilitas umum berupa terminal dan stasiun besar di Nganjuk berada di wilayah Kertosono.
Dari fakta seperti itu tampaknya banyak mengundang perhatian publik, tidak terkecuali dari kalangan dewan juga ikut angkat bicara. ” Semestinya sebelum dilakukan lelang , dari pihak satker harus sudah mengantongi data jumlah dan nama nama calon penerima selanjutnya beserta lokasi pangkalanya,” terang Sunaryo SH anggota DPRD Nganjuk dari komisi lV . ( adi )
Baca Juga: Terbukti Korupsi, Kades Pojok Wates Dituntut 7 Tahun Penjara dan Denda Rp600 Juta












