Namun takdir berkata lain. Kedua bayi kembar anak dari pasangan suami istri LS dan AND tersebut hanya bertahan hidup satu jam. Tepatnya pukul 19.58 WIB dari petugas IGD menyatakan kkedua bayi tidak bisa diselamatkan
Sementara LS ibu dari dua bayi sampai berita ini ditulis masih menjalani perawatan intensif di ruang Delima. Kondisinya selamat dan sehat.
” Sampai hari ini ibu dari dua bayi prematur tersebut kondisinya baik baik saja dan masih menjalani perawatan intensif di ruang Delima ,” terang aktifis kesehatan, Tanti Niswatin.
Disampaikan juga oleh Tanti Niswatin bahwa sstatus ekonomi pasien tergolong miskin Belum memiliki rumah. Hidupnya pindah pindah. Pekerjaan suaminya seorang buruh kasar.
Baca Juga: Sidang Tipikor Kades Dadapan Final, Hakim Jatuhi Hukuman 2 Tahun Penjara
” Bersyukurnya LS sudah memiliki KIS meskipun sudah off. Akhirnya saya bantu bisa mengaktifkan kembali . Ini sangat membantu meringankan biaya perawatan,” pungkas Tanti Niswatin. ( Adi)












