Warga berkerumun di bibir sungai untuk menanti prosesi yang paling ditunggu yaitu larung sesaji. Namun mendadak petugas keamanan dibuat panik saat tiba tiba saja air sungai yang digunakan tempat prosesi datang dengan tiba-tiba.
Polisi pun meminta agar warga menjauh dari sungai karena air yang deras dan bewarna coklat sangat berbahaya. Beruntung prosesi larung sesaji cepat selesai hingga tidak menimbulkan hal yang berbahaya.
Upacara Melasti ini sengaja digelar oleh warga Desa Bajulan dalam rangka menyambut Tahun Baru Nyepi Saka 1938. Sekitar 150 ummat Hindu se- Kabupaten Nganjuk dengan khidmat melaksanakan upacara Melasti. Dalam tradisi umat Hindu Melasti dilakoni sehari sebelum hari raya Nyepi.
Damri, Pamangku agama Hindu di pura Jagatdinata, desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk ini mengatakan, tujuan diadakanya larung sesaji adalah sebagai bentuk wujud rasa syukur kepada tuhan yang selama satu tahun ini umat Hindu telah diberi dan mengambil hasil bumi. ”Selama satu tahun kita telah mengambil hasil larung sesaji sebagai simbolis rasa terima kasih kita” Terang Damri.
Baca Juga: Syawalan 1447 H di Ponpes Wali Barokah, Dandim 0809/Kediri Pesankan Ini
Selain upacara Melasti, umat Hindu Kabupaten Nganjuk juga mengadakan serangkaian acara seperti tradisi tawuran, matur piuning dan nedunan hingga pada saat Hari Nyepi, Rabu, 9 Maret nanti. ( teguh )












