- Jagat maya Kediri dihebohkan rekaman amatir di dalam mobil yang memperlihatkan transaksi komisi pengerjaan fasilitas desa.
- Dua pemeran beratribut ASN dan TNI tampak membahas jatah puluhan titik lokasi pembangunan komoditas pangan nasional.
- Komandan Kodim 0809/Kediri angkat bicara, memastikan visual tersebut murni rekayasa informasi dan pencemaran nama baik.
Investigasi Siber dan Klarifikasi Dandim 0809 Kediri Atas Isu Jual Beli Proyek
Ruang publik digital di wilayah Kediri Raya mendadak gempar menyusul beredarnya sebuah rekaman video pendek di platform media sosial X dan grup percakapan.
Video tersebut menarasikan adanya praktik lancung berupa bagi-bagi komisi atau fee atas penentuan titik lokasi pembangunan proyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Isu ini memicu polemik luas karena menyeret atribut dua institusi negara yang seharusnya menjaga integritas pelayanan publik.
Jika dibedah dari materi visualnya, rekaman amatir yang diambil dari sudut pandang baris kursi belakang itu secara gamblang mempertontonkan interaksi dua orang di dalam kabin mobil yang sedang melaju.
Pengemudi merupakan seorang wanita paruh baya yang mengenakan pakaian dinas lengkap dengan atribut aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Kediri. Sementara di sampingnya, duduk seorang pria berambut cepak dengan seragam loreng khas militer.
Dalam dialog intens menggunakan bahasa Jawa halus tersebut, sang wanita tampak menyodorkan sebuah bungkusan plastik tebal diduga berisi uang tunai kepada pria berseragam tentara di sebelahnya.
Dari obrolan yang terekam, dana tersebut diklaim sebagai bentuk “tanda terima kasih” atas kelancaran alokasi 60 titik pembangunan koperasi desa. Yang memicu kegaduhan masif, oknum wanita itu secara blak-blakan menyebut bahwa aliran komisi serupa juga telah dikoordinasikan hingga ke tingkat pimpinan komando militer di daerah.
Dandim 0809 Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah Sebut, Video Itu Hoaks, Nyatakan Tidak Benar

Merespons bergulirnya isu miring yang berpotensi merusak citra institusi di mata masyarakat, Komando Distrik Militer (Kodim) 0809/Kediri bergerak cepat.
Dandim 0809/Kediri, Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri Dhavid Nur Hadiansyah, langsung menggelar konferensi pers resmi di Markas Kodim Kediri untuk menjernihkan polemik yang telanjur menggelinding di masyarakat.
Dengan nada tegas, perwira melati dua tersebut menyatakan bahwa seluruh isi video dan tuduhan yang dialamatkan kepada institusinya adalah berita bohong.
“Apa yang menjadi isi video dan pernyataan yang disampaikan oleh ibu-ibu ASN dan seorang anggota di dalam mobil itu, saya nyatakan tidak benar. Video itu hoaks, tidak ada jual beli titik, titik!” tegas Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah di hadapan awak media.
Dari hasil penelusuran internal, dipastikan pula bahwa pria berseragam loreng di dalam mobil tersebut bukanlah personel aktif dari jajaran Kodim Kediri.
Dandim menambahkan bahwa dirinya sama sekali tidak mengenal sosok wanita berbaju ASN di dalam video tersebut dan tidak pernah melakukan komunikasi apa pun terkait pelaksanaan program pangan desa ini.
Melihat dari sisi regulasi, Letkol Dhavid menjabarkan secara rinci bahwa KDKMP bukanlah proyek komersial pihak swasta yang bisa diperjualbelikan komisinya, melainkan program strategis nasional yang mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025.
Struktur pengerjaannya pun diatur ketat: Pemerintah Daerah hanya berkewajiban menyiapkan lahan kosong, sedangkan proses pembangunan fisik di lapangan dikerjakan langsung oleh Agrinas bersama jajaran TNI melalui sistem padat karya mandiri tanpa melibatkan pemborong luar.
Sejalan dengan klarifikasi militer, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui jajaran terkait juga menegaskan tidak terlibat dalam urusan anggaran fisik pembangunan KDKMP selain fasilitasi penyediaan lahan.
Saat ini, aparat penegak hukum bersama tim siber kepolisian tengah melakukan pelacakan digital secara intensif. Investigasi difokuskan untuk mengungkap aktor intelektual di balik pembuatan video serta melacak identitas asli wanita beratribut ASN yang menjadi aktor utama dalam rekaman, guna mempertanggungjawabkan penyebaran berita bohong ini di muka hukum.
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini











