Pemerintah Kabupaten Kediri terus mematangkan kesiapan teknis operasional pelayanan penerbangan jemaah menuju Tanah Suci demi mewujudkan target embarkasi dan debarkasi haji pada tahun 2027.
Memo, Kediri — Simulasi Haji Bandara Dhoho Kediri digelar dua kali oleh Pemerintah Kabupaten Kediri guna memastikan operasional pelayanan penerbangan jemaah menuju Tanah Suci berjalan tanpa hambatan pada tahun 2027. Pemkab Kediri menegaskan komitmennya agar seluruh alur pelayanan penerbangan haji dari Kabupaten Kediri teruji dengan matang sejak awal.
Pengalokasian Anggaran Khusus Perubahan Anggaran Keuangan
Langkah konkret penguatan kesiapan penerbangan ini diwujudkan melalui pengalokasian anggaran khusus dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) yang saat ini tengah digodok. Pemerintah daerah tidak ingin kehilangan momentum emas untuk menjadikan fasilitas penerbangan di Kediri sebagai pusat pemberangkatan jemaah haji.
Ploting anggaran tersebut merupakan wujud keseriusan pemda dalam menyiapkan seluruh prasarana pendukung operasional. Kendati besaran nominal anggaran masih dalam tahap pembahasan intensif, alokasinya telah dipastikan aman.
Rekomendasi Bupati Kediri Dalam Perubahan Anggaran
Asisten I Sekretariat Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Kabupaten Kediri, Sukadi, mengonfirmasi bahwa skema pembiayaan telah mengantongi persetujuan kepala daerah. Dukungan ini menjadi dasar hukum bagi pelaksanaan simulasi.
“Sesuai persetujuan Mas Bup (Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana) dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) akan dianggarkan untuk dua kali simulasi,” jelas Sukadi memberikan pemaparan teknis terkait tahapan anggaran.
Pemetaan Alur Pelayanan Penerbangan Jemaah
Tujuan utama pelaksanaan agenda latihan operasional ini adalah untuk memetakan secara detail setiap prosedur pelayanan yang harus dijalankan petugas di lapangan. Pemda berupaya mengantisipasi potensi kendala teknis sejak dini.
“Simulasi haji untuk melihat apa saja yang harus dilakukan dalam pelayanan (haji) nanti. Sehingga saat penerbangan haji dimulai sudah tidak ada masalah,” terang Sukadi menjelaskan fungsi penting simulasi tersebut.
Adopsi Hasil Studi Tiru Operasional Bandara Yogyakarta
Perencanaan tahapan Simulasi Haji Bandara Dhoho Kediri ini mengadopsi hasil studi tiru yang dilakukan Pemkab Kediri bersama manajemen Bandara Dhoho di Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo. Model simulasi pelayanan jemaah di YIA dinilai sangat relevan untuk diterapkan di Kediri.
Studi tiru tersebut memberikan gambaran riil mengenai kompleksitas penanganan jemaah haji berbasis fasilitas pendukung lokal. Evaluasi dari YIA menjadi acuan utama penyusunan standar operasional prosedur di Kediri.
Penanganan Jemaah Dari Hotel Transit Hingga Kepulangan
Rangkaian simulasi dirancang secara komprehensif mencakup seluruh tahapan perjalanan jemaah haji. Latihan ini akan menguji alur sejak kedatangan jemaah di hotel transit hingga proses kepulangan mereka dari Tanah Suci.
Uji coba menyeluruh ini sangat penting untuk memastikan integrasi antara pihak hotel, pengelola bandara, maskapai, dan pemerintah daerah berjalan harmonis tanpa celah keamanan maupun kenyamanan.
Latihan Perdana Dijadwalkan Mulai November
Tahapan latihan pertama Simulasi Haji Bandara Dhoho Kediri diproyeksikan bakal berlangsung pada bulan November mendatang. Saat ini, perancangan skema teknis dan alur pergerakan jemaah sedang dalam pembahasan mendalam.
Jadwal bulan November dipilih agar tim gabungan memiliki waktu yang cukup untuk melakukan evaluasi dan perbaikan sebelum menggelar latihan tahap kedua di periode berikutnya.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah Demi Target 2027
Dukungan terhadap realisasi embarkasi haji ini juga disampaikan secara terbuka oleh jajaran pimpinan daerah Kabupaten Kediri. Semua pihak berkolaborasi untuk memastikan penerbangan haji dari Kediri benar-benar terwujud sesuai target.
Pemerintah daerah optimis bahwa kelengkapan sarana prasarana yang terus disempurnakan akan memenuhi standar kualifikasi penerbangan haji internasional.
Penegasan Komitmen Wakil Bupati Kediri
Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kediri memberikan dukungan penuh agar operasional haji lewat Bandara Internasional Dhoho Kediri terealisasi pada 2027. Sinergi lintas sektor terus diperkuat untuk mencapai cita-cita tersebut.
Penegasan komitmen ini menjadi dorongan moral bagi seluruh instansi terkait untuk menyelesaikan seluruh tahapan persiapan tepat waktu demi kenyamanan calon jemaah haji asal Kediri dan sekitarnya.












