“Yakni 105,6%, dan ini langkah yang baik, karena memang kasus TBC anak ini, menunjukkan bahwa masih ada penularan yang terjadi dari orang tua dewasa di wilayah tersebut. Jadi, kalau masih ada TBC anak, berarti ada penularan dari orang dewasa. Sehingga, jadi peluang ini untuk menemukan semakin banyak lagi, kasus dewasa di sekitarnya,” sambungnya.
Seperti dalam rilis resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di akhir tahun 2022, Kasus Tuberculosis (TBC) di Indonesia diduga ada 824 ribu orang. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meminta 90% dari jumlah itu dapat terdeteksi di tahun 2024.
Indonesia berkomitmen untuk mencapai eliminasi TBC pada tahun 2030 dengan target insiden rate 65/100.000 penduduk dengan angka kematian 6/100.000 penduduk. (OA)












