Example floating
Example floating
Abata

Lebih dari Sekadar Tradisi, Inilah Warisan Budaya Sarat Filosofi

Avatar
×

Lebih dari Sekadar Tradisi, Inilah Warisan Budaya Sarat Filosofi

Sebarkan artikel ini

Selain itu, bahan dasar pembuatan ketupat, yaitu janur (daun kelapa muda), juga memiliki filosofi tersendiri yang tak kalah menarik. Wahjudi Djaja menjelaskan bahwa janur berasal dari penggabungan kata ‘jati ning nur’ yang berarti cahaya sejati, melambangkan kondisi kesucian seseorang setelah berhasil melewati bulan Ramadhan dengan berbagai ibadah dan pengendalian diri.

Sementara itu, beras yang menjadi isian di dalam ketupat melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan. Wahjudi Djaja menegaskan bahwa Lebaran Ketupat merupakan bagian integral dari tradisi budaya Indonesia, dan bukan merupakan ritual keagamaan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip ajaran Islam.

Baca Juga: Momen Kebersamaan di Negeri Paman Sam: WNI di Washington Gelar Halal Bihalal Penuh Kehangatan

“Tradisi Lebaran Ketupat ini adalah sebuah bentuk dakwah yang membumi dan dekat dengan masyarakat. Oleh karena itu, sebaiknya kita memahaminya sebagai sebuah media budaya yang efektif dalam mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan antar sesama,” tuturnya. Beliau juga menyampaikan harapannya agar generasi muda Indonesia dapat terus melestarikan tradisi Lebaran Ketupat sebagai bagian tak ternilai dari warisan budaya bangsa.

 

Baca Juga: Nyepi Bukan Sekadar Ritual: Rahasia Harmoni Alam dan Diri di Balik Keheningan