Fraksi Partai Nasdem menyoroti tantangan ekonomi yang dihadapi oleh kelas menengah Indonesia dalam Sidang Paripurna DPR RI, menekankan perlunya kebijakan yang lebih mendukung untuk meningkatkan daya beli mereka dalam menghadapi Rancangan APBN 2025.
Baca Juga: Sekolah Negeri Dituntut Berinovasi di Tengah Persaingan dengan Lembaga Swasta
Solusi Strategis Fraksi Nasdem untuk Menaikkan Daya Beli Kelas Menengah
Fraksi Partai Nasdem mengangkat permasalahan rendahnya kemampuan masyarakat kelas menengah di Indonesia. Perhatian terhadap nasib kelas menengah ini disuarakan oleh Nasdem dalam Sidang Paripurna DPR RI yang membahas pandangan fraksi terhadap Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) dalam Rancangan APBN 2025.
Menurut Juru Bicara Fraksi Nasdem, Charles Meikyansyah, berdasarkan capaian ekonomi pada kuartal I 2024, terdapat dua sektor yang mengalami tantangan, yaitu konsumsi rumah tangga dan ekspor. Dia menyebutkan bahwa meskipun terjadi pertumbuhan di semua sektor, namun konsumsi rumah tangga hanya tumbuh sekitar 4,91% dan ekspor barang dan jasa hanya tumbuh 0,50%, seperti yang disampaikannya dalam Sidang Paripurna di Gedung DPR RI, Jakarta, pada hari Selasa, 28 Mei 2024.
Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup
Charles juga menyoroti bahwa capaian ini masih jauh dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. RPJMN tersebut menargetkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 5,4-6,6% dan pertumbuhan ekspor barang dan jasa sebesar 7,2-8,3%.












