NGANJUK, MEMO –
Proses percepatan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih ( KDMP) di Desa Kampungbaru Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk memasuki tahap sosialisasi.
Untuk tahap sebelumnya seperti kepastian tersedianya lahan seluas 1000 meter persegi, pembentukan nama nama pengurus KDMP tampaknya sudah bisa dilalui.
Untuk sosialisasi putaran pertama ( perdana), jajaran pengurus KDMP bersama kepala desa,PPL dan pamong blok setempat berhasil mengumpulkan tidak kurang dari 50 petani dari dusun Koripan yang tergabung dalam kelompok tani ” jaya makmur” yang diketuai oleh saudara Didik.

Materi yang disampaikan dalam sosialisasi tersebut seputar regulasi lahirnya program KDMP, nominal dan sumber anggaran untuk pembangunan, permodalan dan mobilisasi kendaraan KDMP selama 6 tahun ke depan serta pendataan nama nama anggota kelompok tani untuk dimasukan menjadi anggota KDMP.
” Syarat jadi anggota KDMP harus membayar uang simpanan pokok sebesar 50 ribu dan uang simpanan wajib sebesar Rp 10 ribu perbulan. Dari uang simpanan pokok dan wajib tersebut akan dibetok pada akhir tahun berupa sisa hasil usaha,” terang Kepala Desa Kampungbaru ,Susilo Dwi Prasetyo.
Sesuai aturan dijelaskan Susilo karena untuk mendapatkan kebutuhan pupuk subsidi ada kewajiban petani penggarap atau pemilik lahan harus terdaftar jadi anggota KDMP.
” Terhitung mulai tahun 2026, pembelian pupuk subsidi sudah tidak lagi di kios kios resmi, tapi sudah dihandle di koperasi desa merah putih,” jelas Susilo juga.
Dipastikan masih kata Susilo dihadapan para petani bahwa dengan adanya koperasi ini harga pupuk subsidi akan diturunkan sebesar 20%. Termasuk hasil panen petani akan diserap di koperasi desa merah putih.

” Program ini tidak jauh beda dengan programnya di era presiden Suharto yaitu KUD. Kalau di era Prabowo berganti nama KDMP. Tapi memiliki tujuan sama yaitu mengembalikan marwah petani menuju gemah ripah loh jinawi ,” tandas Susilo
Dengan informasi tersebut spontan mendapat respon positif dari para petani. Dan sampai akhir sosialisasi kelompok tani jaya makmur sepakat seluruhnya gabung menjadi anggota koperasi desa merah putih.
” Mewakili dari anggota kelompok tani menyatakan sikap setuju dan siap nyengkuyung dan mendukung program pemerintah . Harapan petani harga dan ketersediaan pupuk mudah dan terjangkau,” harap Didik selaku Ketua Kelompok Tani Jaya Makmur Dusun Koripan Desa Kampungbaru.

Diinformasikan juga, untuk tahap sosialisasi kali ini memakan waktu sampai lima hari berturut turut.Tim KDMP akan sosialisasi berpindah pindah ke sejumlah kelompok tani yang ada di Desa Kampungbaru.
Dengan begitu dari tim KDMP Desa Kampungbaru akan bekerja marathon kejar tayang. Targetnya selambat lambatnya pada awal bulan Desember tahap pengurukan diteruskan pembangunan gudang , toko dan apotik bisa segera dimulai.
Diinformasikan juga bahwa dari hasil musyawarah bersama lembaga desa dan pemdes melalui Musyawarah Desa Khusus ( Musdessus) beberapa hari yang lalu menetapkan Lamuji terpilih menjadi ketua definitif KDMP. Desa Kampungbaru.

Sementara untuk sekertaris KDMP dipegang oleh Cholis. Sedangkan yang memegang posisi sebagai bendahara KDMP dimandatkan Evi dari Dusun Ketangi. Sebagai ketua bidang keanggotaan dipegang Sunardi. Untuk fungsi pengawasan kewenangan kepala desa, BPD dan perwakilan tokoh masyarakat.
Dikabarkan juga untuk permodalan KDMP bersumber dari ppinjaman Bank Hambarasenilai Rp 3 milyar. Untuk besaran angsuran setiap tahunnya senilai Rp 500 juta selama 6 tahun diambilkan dari uang dana desa.
Sementara untuk lokasi pembangunan gudang koperasi desa merah putih Desa Kampungbaru berada di Dusun Krajan Selatan. Lahan yang dipakai adalah bengkok jogoboyo dengan luas lahan sekitar 70 ru. ( Adi)
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini












