Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Nganjuk

Sosialisasi Bahaya Narkoba Mulai Masuk Desa, Polsek Warujayeng Awali Dari Desa Jogomerto

Mulyadi Memo
×

Sosialisasi Bahaya Narkoba Mulai Masuk Desa, Polsek Warujayeng Awali Dari Desa Jogomerto

Sebarkan artikel ini
IMG 20260918 152612

NGANJUK, MEMO – Peredaran barang terlarang jenis narkoba ( narkotika dan obat terlarang) di wilayah hukum Kabupaten Nganjuk masih marak terjadi.

Itu bisa diketahui lewat ungkap kasus melalui konferensi pers ( siaran pers) yang rutin digelar Polres Nganjuk selalu muncul data nama nama pelaku baru.

Termasuk barang bukti ( BB) yang berhasil diamankan petugas jumlahnya selalu bikin merinding.

IMG20260917200333 scaled

Dengan fakta itu, untuk membendung dan menekan angka kasus penyalahgunaan narkotika di kalangan masyarakat, Aparat Penegak Hukum ( APH) intens melakukan tindakan preventif dan edukatif.

Salah satunya dengan mengadakan sosialisasi bahaya narkoba baik lewat jaringan media sosial ( Facebook,IG, WhatsApp) atau melalui metode tatap muka dengan audens di forum terbuka.

Info terkini seputar giat sosialisasi bahaya narkoba selain menitikberatkan di lingkungan sekolah, kini mulai merambah ke desa desa bekerjasama dengan pemerintah desa setempat.

IMG20260917200359 scaled

Itu dibuktikan dan diawali oleh Polsek Warujayeng. Kegiatan perdana sosialisasi bahaya narkoba di awali di Desa Jogomerto Kecamatan Tanjunganom.

Bertempat di pendopo desa Jogomerto ada sekitar 60 peserta sosialisasi berasal dari unsur karangtaruna , lembaga desa dan tokoh masyarakat duduk bersama mendengarkan penyuluhan bahaya narkoba mendatangkan nara sumber AIPTU Pramu Sanditta,SH anggota Reskrim Polsek Warujayeng di dampingi seorang pengusaha sekaligus dikenal sebagai figur motivator Titus Sumarlan .

IMG20260917201131 scaled

Dihadapan audens, Pramu Sanditta mengupas secara rinci seputar apa itu narkoba dan bahayanya bagi pengguna dari sisi psikist, sosial dan hukum. Termasuk menunjukkan bentuk dan jenis barang terlarang tersebut. Serta bagaimana mengenal tanda tanda kejiwaan dan fisik prilaku anggota keluarga yang dicurigai mengkonsumsi jenis narkotika atau obat obatan terlarang.

Tak kalah pentingnya seperti disampaikan Pramu Sanditta adalah tempat tempat rahasia yang digunakan anggota keluarga menyimpan barang terlarang.

IMG 20260918 125646 scaled

” Kalau masih level pengguna biasanya disimpan di lipatan baju atau dimasukan di dalam kasur yang disobek.Tapi kalau sudah level pengedar biasanya disimpan di tempat yang tidak terjangkau keluarga seperti plafon,” beber Pramu Sanditta.

Disinggung pula oleh Pramu Sanditta
ciri khas pengguna narkoba secara fisik yaitu bau mulut saat bangun tidur sangat menyengat. Dan bisa dikenali lewat sorotan mata. Artinya saat diajak komunikasi selalu tidak berani menatap mata lawan bicara.

Diinformasikan juga oleh Pramu Sanditta bahwa ada barang baru yang lagi ngetrend di kalangan anak muda yang bisa dikonsumsi sebagai pengganti sabu yaitu obat batuk cair dalam kemasan sasetan.

IMG20260917201135 scaled

” Ini informasi terkini untuk refrensi kita bersama, jika menemukan anggota keluarga kita mengkonsumsi obat batuk diluar kewajaran patut dicurigai. Segera koordinasi dengan babinkamtibmas setempat untuk dilakukan tindakan preventif,” tegas Pramu.

Dipenghujung acara ,Pramu Sanditta berpesan kegiatan sosialisasi seperti ini bertujuan memberikan pemahaman tentang jenis dan dampak buruk narkoba bagi kesehatan fisik dan mental. Dan untuk menciptakan lingkungan keluarga bersih dari peredaran gelap narkotika. ( Adi)