Tapi yang jelas masih kata Susilo, anggaran dana desa ( DD) dari pemerintah yang dikucurkan melalui rekening desa kampungbaru besarannya Rp 1,5 milyar. Dari angka itu sesuai instruksi presiden , 20% dari nilai anggaran akan diserap ke BUMDES untuk dikelola dan dikembangkan melalui bidang koperasi merah putih.
” Itu artinya , volume kegiatan fisik secara otomatis akan terkurangi . Sehingga desa harus pandai memutar otak bagaimana mencari terobosan jalan lain untuk tetap bisa mengcover pembangunan desa seperti yang diharapkan masyarakat,” kata Susilo juga.
Baca Juga: Apa Hak Korban Penganiayaan Di Bawah Umur ? Begini Tanggapan Aktifis Sosial Tanti Niswatin
Upaya mencari terobosan ternyata tidak sia sia. Disampaikan Susilo untuk tahun ini desa kampungbaru akan mendapatkan bantuan dari APBD daerah . Dari bantuan tersebut akan digunakan untuk pembangunan jalan di dua titik Yaitu ruas jalan kabupaten yang ada di Dusun Putuk dan Dusun Ketangi.Termasuk untuk plengsengan dan normalisasi.sungai patusan yang ada di dusun tawang, koripan, putuk dan kranggan.

” Doakan tahun tahun berikutnya desa kampungbaru tetap dapat bantuan program baik dari kabupaten ,propensi bahkan sampai pusat ,” semangat Susilo.
Untuk diketahui dalam acara musdus putaran pertama di dusun putuk kali ini, Susilo juga menyampaikan informasi dua tema penting. Yaitu rencana pembelian lahan baru untuk tempat pemakaman umum ( TPU) secara swadaya masyarakat.
” Estimasi biaya pembelian lahan sekitar Rp 300 juta. Dari angka itu akan ditanggung bersama warga di empat dusun. Masing masing kepala keluarga iuran seratus ribu. Itu bisa dibayar secara mengangsur sampai kurun waktu enam bulan,” trang Susilo.
Baca Juga: Sidang Tipikor Kades Dadapan Final, Hakim Jatuhi Hukuman 2 Tahun Penjara
Selain bahas TPU, Susilo juga menginformasikan terkait penyerapan gabah petani dibeli Bulog dengan harga Rp 6,5 ribu. Penyampaian teknis langsung disampaikan Dwi Aji Pangastuti selaku PPL dari Dinas Pertanian yang ditugaskan di Desa Kampungbaru. ( adi)












