Lebih jauh dikatakan Mujianto dengan adanya irigasi,petani dapat menambah intensitas tanam dari satu kali menjadi dua atau tiga kali dalam setahun, yang berarti lebih banyak produksi pangan dalam periode waktu yang sama.

Baca Juga: Pemulung Miskin Asal Nganjuk Taat Pajak,Tamparan Keras Bagi Para Koruptor Pajak
Ketersediaan air yang stabil juga memungkinkan petani untuk menanam berbagai jenis tanaman bernilai ekonomi tinggi seperti palawija dan hortikultura, sehingga tidak hanya bergantung pada satu jenis tanaman pangan.
” Faktor penyebab utama terjadinya gagal panen karena minimnya ketersediaan jaringan irigasi , oleh karena itu, menjaga dan meningkatkan kinerja irigasi sangat penting untuk melindungi hasil panen dari kekeringan atau masalah lain yang berkaitan dengan ketersediaan air ,” tandasnya juga.
Baca Juga: Pembagian MBG Untuk Kelompok 3B Tidak Merata, Perwakilan Kades Di Baron Protes SPPG

Dengan upaya desa seperti itu tampaknya mendapat respon positif dari sejumlah petani. Pada dasarnya, Program peningkatan jaringan irigasi adalah komponen vital dalam upaya menyelamatkan ketahan pangan nasional.
Baca Juga: Apa Hak Korban Penganiayaan Di Bawah Umur ? Begini Tanggapan Aktifis Sosial Tanti Niswatin
” Program ini adalah wujud kades pro petani,” ujar sejumlah petani yang berhasil ditemui di lahan pertanian Desa Malangsari hari ini ( Selasa,4/11/2025). ( Adi)












