Ia kemudian menjelaskan kronologi sebenarnya: insiden itu adalah kecelakaan tunggal. “Ini tadi untuk anak-anak yang ramai di berita sudah kami minta konfirmasi, kita klarifikasi ke propam juga di Polres, sama teman-teman BM juga,” papar Iptu Rita.
Menurutnya, tiga remaja yang berboncengan tanpa helm itu berusaha menghindari razia lalu lintas. Alih-alih berhenti, mereka justru memacu kendaraan lebih kencang, kemudian oleng dan terjatuh sendiri.
Yang mengejutkan, kata Iptu Rita, justru para petugaslah yang sigap memberikan pertolongan. “Justru sama polisi ditolong dibawa ke rumah sakit,” tambahnya. Ia memastikan bahwa kondisi remaja yang sempat viral tergeletak di jalan itu kini sudah membaik.
Peristiwa ini menjadi cermin betapa cepatnya informasi (dan disinformasi) menyebar di era digital. Foto tunggal, tanpa konteks yang jelas, mampu menciptakan narasi yang berbeda jauh dari fakta sebenarnya. Polres Jombang, melalui klarifikasi cepatnya, berupaya meredam gejolak yang dipicu oleh kesalahpahaman visual ini.












