Example floating
Example floating
HukumHumaniora

Jeritan Gadis Belia di Balik Mimpi Sekolah dan Tirai Kemiskinan Hingga Cita cita Teracun

A. Daroini
×

Jeritan Gadis Belia di Balik Mimpi Sekolah dan Tirai Kemiskinan Hingga Cita cita Teracun

Sebarkan artikel ini
Jeritan Gadis Belia di Balik Mimpi Sekolah dan Tirai Kemiskinan Hingga Cita cita Teracun di Cirebon

Namun, ia menegaskan bahwa M tidak pernah dikeluarkan atau dipecat karena persoalan biaya. “Sekolah tidak pernah mengeluarkan atau memecat. Istilah dipecat itu tidak ada dalam dunia pendidikan. Dan kami juga tidak memungut biaya,” ujar Euis.

Menurut Euis, M sempat menghilang tanpa kabar usai mengikuti semester pertama. Pihak sekolah bahkan telah berupaya melakukan home visit ke rumah orang tua M.

Baca Juga: Otoritas Pajak Bidik Sepuluh Korporasi Sawit Kakap Terkait Indikasi Manipulasi Setoran Negara

Saat itu, orang tua M, yang diketahui berprofesi sebagai buruh serabutan, mengakui anaknya tidak sekolah karena tak memiliki ongkos dan sering sakit.

“Setelah itu, M sempat datang ke sekolah lagi, tapi kembali menghilang. Kami tidak bisa melacak keberadaannya karena alamat keluarganya sering berpindah,” tambah Euis.

Baca Juga: Pasca Insiden Pengendara Sepeda Motor Tertemper KA Brantas di Perlintasan JPL 265 KM 172+762 Petak Jalan Kras–Ngadiluwih,PT KAI Daop 7 Madiun Ingatkan Rambu Tanda Dahulukan Laju KA

Kisah ini menunjukkan adanya semacam ‘missed connection’ antara sekolah dan keluarga, yang mungkin terputus oleh kerasnya realitas hidup dan keterbatasan komunikasi.

Pihak sekolah baru mengetahui kondisi M setelah berita percobaan bunuh diri itu mencuat. Euis menyatakan, pihaknya akan segera menjenguk M di rumah sakit dan menegaskan pintu sekolah sangat terbuka lebar jika M ingin kembali.

Baca Juga: KPK Geledah Ruang Kerja Bupati Tulungagung Cari Bukti Tambahan Kasus Pemerasan OPD

“Dia tidak pernah dikeluarkan dan masih tercatat di Dapodik sebagai siswi aktif,” imbuhnya, menawarkan secercah harapan.

Kisah M adalah potret nyata dari perjuangan ribuan anak di negeri ini. Ini adalah panggilan keras bagi pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli.

Pendidikan adalah hak fundamental, bukan kemewahan. Kasus M ini menjadi pengingat pahit bahwa di balik setiap data statistik kemiskinan, ada wajah-wajah, mimpi-mimpi, dan potensi-potensi yang terancam padam.

LBH Bapeksi berharap ada kepedulian kolektif agar M, dan anak-anak lain senasibnya, dapat kembali meraih hak pendidikan mereka.