NGANJUK, MEMO – Gelombang efisiensi ( penghematan) dana transfer APBN dari pusat ke daerah bikin kegiatan lintas sektor di seluruh OPD terancam mandek. Yang paling rawan terpangkas adalah pos anggaran di kegiatan fisik .
Itu terbukti. Satu dari ribuan usulan fisik skala kecil yang tersisih yaitu usulan pembangunan drainase di Dusun Sambikenceng Desa Katerban Kecamatan Baron dengan terpaksa tidak bisa terealisasi tahun ini.
Baca Juga: Istiqomah, Sejak 1885 Tradisi Nyadran Di Desa Waung Tetap Eksis Tidak Luntur Digerus Jaman

Alasannya lagi lagi karena efisiensi. Dan ketika ditanya bisa direalisasikan kapan ? Lima anggota dewan dari Komisi lll DPRD Nganjuk saat melakukan sidak di lokasi langganan banjir ( pasar krempyeng Sambikenceng) pada hari Jumat (24/10/2025) tidak berani memastikan.
” Untuk drainase Sambikenceng sudah jadi usulan saya. Tapi faktanya tidak turun. Tidak hanya ini saja. Usulan jembatan juga gagal karena persoalan pengurangan anggaran,” terang Joni Herry Mawan anggota dewan dari partai Demokrat.

Baca Juga: Dari Tarian Matahari Suku Indian Sampai Pesan Politik 2027 Untuk SDP, Lanjutkan !!!!
Jika pembangunan drainase gagal masih dijelaskan Joni ada opsi lain yaitu normalisasi. Menurut Joni kalau menunggu anggaran pembangunan imposible.












