Example floating
Example floating
Abata

Haji 2025 Ini Permudah Lansia & Jemaah Berkebutuhan Khusus

Avatar
×

Haji 2025 Ini Permudah Lansia & Jemaah Berkebutuhan Khusus

Sebarkan artikel ini

MEMO – Kabar gembira bagi calon jemaah haji 2025! Kementerian Agama (Kemenag) mengambil langkah inovatif dengan memberlakukan dua skema khusus yang bertujuan untuk mengurangi penumpukan jemaah di kawasan Mina dan Muzdalifah. Kedua skema tersebut diberi nama Murur dan Tanazul, dan diperuntukkan secara spesifik bagi jemaah dengan kondisi tertentu.

Dilansir dari sumber terpercaya, skema Murur memberikan kemudahan bagi jemaah untuk hanya melintasi area Muzdalifah tanpa perlu turun dari bus. Setelah bergerak dari Arafah selepas waktu Magrib, para jemaah akan langsung melanjutkan perjalanan menuju Mina. Langkah ini diharapkan dapat secara signifikan meringankan beban para jemaah.

Baca Juga: Kemenag 'Sentil' Travel Haji Plus: Jangan Cuma Jualan Mahal, Jaminan Kesehatan Jamaah Harga Mati

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag, Muchlis Muhammad Hanafi, menjelaskan bahwa skema Murur sebenarnya telah diimplementasikan pada penyelenggaraan Haji 2024. “Alhamdulillah, pada pukul 07.30 pagi, area Muzdalifah sudah steril dari jemaah. Ini karena Murur memang bertujuan untuk mempercepat pergerakan jemaah dan mengurangi kepadatan di Muzdalifah,” ungkapnya dalam keterangan tertulis pada Jumat (18/4/2025).

Untuk pelaksanaan Haji 2025 mendatang, skema Murur secara khusus ditujukan bagi jemaah lanjut usia (lansia), jemaah dengan risiko kesehatan tinggi, jemaah disabilitas, pengguna kursi roda, serta para pendamping mereka. Skema ini pun telah mendapatkan dukungan penuh dari para ulama dan organisasi masyarakat Islam, serta dianggap sah secara hukum Islam (fikih).

Baca Juga: Rahasia Dahsyat Salat di Makkah Sekali Sujud, Pahala Ratusan Ribu Kali Lipat

Selain skema Murur, Kemenag juga menerapkan skema Tanazul. Skema ini memberikan opsi bagi jemaah untuk tidak bermalam (mabit) di Mina, melainkan kembali ke hotel yang berlokasi dekat dengan area Jamarat. Meskipun demikian, para jemaah tetap melaksanakan ritual melontar jumrah, namun memilih untuk menginap di hotel demi kenyamanan dan menghindari kepadatan di Mina.

Pada musim haji tahun ini, skema Tanazul diwajibkan bagi 93 kelompok terbang (kloter) yang berjumlah total sekitar 37.497 jemaah. Mereka akan ditempatkan di hotel yang berjarak kurang lebih 2 kilometer dari Jamarat dan tetap mendapatkan fasilitas layanan makan, termasuk nasi dan lauk.

Baca Juga: Petugas Haji Ketahuan Tak Berseragam, Siap-siap Kena Sanksi di Tanah Suci

Mengutip dari sumber terpercaya, Muchlis menyampaikan bahwa penerapan skema Murur dan Tanazul merupakan wujud nyata dari upaya pemerintah dalam menyesuaikan layanan haji dengan kondisi riil di lapangan. “Kebijakan ini semata-mata bertujuan agar para jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman, aman, dan bermartabat,” pungkasnya