Example floating
Example floating
BLITAR

Pesta Mercon di Tengah Jalan Picu Keributan, Warga Tantang Polisi: “Buka Baju, Sekalian Kelahi!”

A. Daroini
×

Pesta Mercon di Tengah Jalan Picu Keributan, Warga Tantang Polisi: “Buka Baju, Sekalian Kelahi!”

Sebarkan artikel ini
Pesta Mercon di Tengah Jalan Picu Keributan, Warga Tantang Polisi

Blitar, memo.co.id
Tradisi tanpa pelajaran. Kalimat itu terasa pahit, tapi nyata. Di saat gema takbir masih menggantung di langit Idul Fitri, sebagian warga justru kembali mengulang cerita lama: pesta mercon yang berujung ricuh.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Seruni, Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar, Sabtu pagi. Bukannya merayakan hari kemenangan dengan khidmat, sekelompok warga justru menggelar pesta petasan di tengah jalan, menggunakan berbagai ukuran mercon yang membahayakan.

Baca Juga: Menang jadi Ketua KONI Kota Blitar, Samanhudi Sentil Dugaan “Cawe-Cawe” Pemkot

Ironisnya, lokasi yang dipilih adalah fasilitas umum—akses jalan warga—yang seharusnya steril dari aktivitas berisiko tinggi.

Kondisi ini sontak memicu keresahan. Warga yang terganggu akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Baca Juga: Didemo MAKI dan Aktivis, Pencalonan Eks Napi Korupsi Ketua KONI Kota Blitar Tuai Penolakan Keras

Tak berselang lama, anggota Polres Blitar datang ke lokasi dan berupaya mengamankan situasi. Sejumlah barang bukti berupa petasan dalam jumlah besar—bahkan disebut mencapai setengah karung—diamankan sebelum sempat disulut.

Namun, langkah aparat justru memantik perlawanan.

Baca Juga: CV Lang Buana Kembangkan Benih Tebu Unggul untuk Dukung Swasembada Gula

Alih-alih kooperatif, sebagian warga yang terlibat pesta mercon malah tersulut emosi. Adu mulut tak terhindarkan. Situasi memanas, hingga berujung dorongan fisik dan hujatan terhadap petugas.

Bahkan, seorang pria tak dikenal secara terang-terangan menantang aparat.

“Buka baju, kalau berani sekalian kelahi sekalian,” teriaknya, seperti terekam dalam video yang beredar.

Situasi yang semakin tak kondusif memaksa petugas mengambil langkah cepat. Sisa petasan yang berpotensi meledak akhirnya dibuang ke sungai terdekat untuk menghindari risiko ledakan.