Example floating
Example floating
Humaniora

Dari Keterbatasan Menuju Kampus Impian, Kisah Perjalanan Sunyi Igbal Rasyid, Sang Calon Dokter

A. Daroini
×

Dari Keterbatasan Menuju Kampus Impian, Kisah Perjalanan Sunyi Igbal Rasyid, Sang Calon Dokter

Sebarkan artikel ini
Dari Keterbatasan Menuju Kampus Impian, Kisah Perjalan Sunyi Igbal, Sang Calon Dokter

Strategi belajar Iqbal patut diacungi jempol. Sejak semester pertama kelas 12, ia telah mencicil materi UTBK, aktif mengikuti tryout, membentuk kelompok belajar, dan menjalani bimbingan intensif dari madrasah.

Bahkan, saat libur sekolah, waktu senggangnya dihabiskan di Perpustakaan Daerah Bengkulu dari pagi hingga sore, dilanjutkan dengan belajar kelompok di rumah pada malam hari. Rutinitas padat ini ia jalani hampir setiap hari demi satu tujuan: lulus Fakultas Kedokteran UI.

Baca Juga: Cita-Cita Dokter di Tengah Gempuran Diabetes, Kisah Regina, Sang Pejuang Cilik dari Kediri

Meskipun sempat menghadapi kegagalan di jalur SNBP, kegigihan Iqbal akhirnya berbuah manis dengan kelulusannya di jalur SNBT. Kunci keberhasilannya, menurut Iqbal, adalah konsistensi dan kemampuan menjaga semangat belajar.

“Yang penting bukan hanya rajin belajar, tapi juga menjaga kondisi mental agar tidak burnout. Cari lingkungan belajar yang nyaman dan terus evaluasi diri,” ungkapnya, seperti dilansir dari laman Kemenag pada Selasa (10/6/2025).

Baca Juga: Kisah Sukardi Yang Tak Kunjung Pulang, Usai Hilang di Tanah Suci, Ini Kata Keluarga di Malang

Meski impian kuliah di Kedokteran UI kini di depan mata, Iqbal menyadari tantangan berikutnya: biaya pendidikan dan hidup yang tinggi di Jakarta. Ia bertekad untuk mencari beasiswa agar tidak membebani orang tuanya. “Saya tidak ingin membebani orang tua. Harapan saya bisa menjalani kuliah dengan lancar dan membanggakan mereka,” ujarnya.

Sang ayah, Agus Hermanto, tak kuasa menahan haru. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa syukur dan kesiapannya berkorban demi sang anak.

Baca Juga: Membedah Gelap Terang Malam 1 Suro, Tirakat Sunyi dan Perlawanan Leluhur Jawa

“Saya siap berkorban apa pun demi anak saya. Meski penghasilan saya pas-pasan, saya percaya anak saya akan berhasil dengan ketekunannya dan pertolongan Allah,” tutur Agus. Kisah Iqbal ini menjadi bukti nyata bahwa dengan kerja keras, ketekunan, dan keyakinan, mimpi-mimpi besar dapat terwujud.